Kini Natalie dan Ayu sedang berada di salah satu restoran yang ada di mal tersebut. Tentu sambil memperhatikan keduanya.
“Nat, sekarang lo labrak mereka atau gue yang bakalan maju.”
“Lo tenang dulu ya Yu, gue pasti kok bakal ke sana.”
“Tapi kapan? Mau sampe mereka nikah baru lo labrak, Nat?” tanya Ayu yang sepertinya kesabaran sudah habis dan hal itu terlihat dari tangannya yang terkepal seperti hendak meninju Rehan dan Ratu.
Lagi, wanita itu memilih untuk diam lalu memejamkan mata dan menarik napas panjang serta membuangnya secara perlahan.
Ayu yang geram melihat sikap sahabatnya yang terlalu santai hendak melangkahkan kakinya tapi Natalie sudah lebih dulu menahannya.
“Oke, gue maju sekarang.”
Ayu sempat tersenyum ketika melihat sahabatnya akhir memberanikan diri berjalan tepat di depannya. Tak lupa wanita itu meraih ponselnya untuk mengambil video Natalie yang hendak melabrak sepasang kekasih tersebut.
“Jadi, selama ini bener ya informasi yang aku dapet kalau soal kamu yang selingkuh sama wanita yang enggak lain adalah sahabat aku!”
Rehan dan Ratu yang awalnya sedang saling suap-suapan itu tentu terkejut dengan kehadiran Natalie. Ya mereka tertangkap basah kali ini dan tidak bisa mengelak seperti biasa.
“Sayang, aku bisa jelasin semuanya kalau…” Natalie langsung menepis tangan Rehan yang hendak menyentuhnya.
Kini semua mata tertuju kepada mereka yang berada di meja nomor 14 restoran tersebut. Baik Rehan dan Ratu tentu merasa malu dan hal itu terlihat dari wajah mereka yang memerah.
“Aku kecewa sama kamu dan terutama kamu, Ratu.” tunjuk Natalie yang berhasil membuat sahabat eh bukan… Bukan… Lebih tepatnya mantan sahabat sekaligus pelakor itu menundukkan kepalanya.
“Aku sama Ratu itu cuma makan siang doang kok, Sayang.”
Walau sudah ketahuan berselingkuh tapi Rehan seolah bersikap tidak terjadi apa-apa. Namun, di detik berikutnya Natalie mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan bukti video saat mereka berada di dalam gedung bioskop tadi.
“Lihat ini, apakah kamu masih mau mengelak?”
Kedua mata Rehan membulat dengan sempurna saat melihat video dirinya bersama Ratu lagi.
“Sayang, aku minta maaf aku khilaf.”
Kali ini Rehan berlutut di depan kekasihnya sambil mengakui kesalahannya diiringi air mata yang dengan mudahnya mengalir membasahi wajah tampan tersebut.
Sementara Ratu merasa tidak terima kala melihat sosok pria yang sudah menjadi kekasihnya tersebut rela berlutut di hadapan Natalie.
“Rehan, apa yang kamu lakukan?” sergah Ratu dengan tatapannya yang sinis.
Pria itu menoleh ke arah Ratu dengan tatapannya yang tak kalah sinis seraya bangkit dan berhadapan dengan wanita itu.
“Ini semua gara-gara kamu yang terus berusaha menggoda saya padahal saya sudah berulang kali….”
“Stop Rehan!” teriak Natalie. Suasana pun mendadak hening. “Sekarang kamu pilih mau pilih aku atau dia?”
Sontak hal itu membuat Ayu dan beberapa orang di sana terkejut dengan sikap Natalie yang seolah masih memberikan kesempatan kedua untuk pria yang sudah mengkhianatinya.
“A—”
“Nat….” panggil Ayu yang terdengar lirih dengan dahinya yang berkerut serta sudah menurunkan ponselnya.
Natalie menoleh ke arah sahabatnya dengan senyum tipis. “Maafin gue ya, Yu.”
Jauh di dalam hatinya memang ada rasa perih serta sesak tapi Natalie masih dihantui rasa bimbang di satu sisi dirinya memang masih menyayangkan sikap Rehan apalagi hubungan mereka sudah sampai sejauh ini.
Bahkan, tidak hanya itu saja Natalie teringat permintaan ibunda Rehan yang sangat ingin dirinya menjadi menantunya. Selain itu, apa yang harus Natalie katakan kepada keluarga yang berharap hubungan mereka akan berakhir di pelaminan. Jujur Natalie tidak siap!
Pria itu kembali bersujud di depan Natalie sambil menggenggam erat tangannya sambil berkata, “Aku akan meninggalkannya dan memperbaiki hubungan kita.”
“Baiklah, sekarang juga kita pulang,” ajak Natalie dengan melangkahkan kaki lebih dulu ketika melihat manajer restoran berjalan mendekati mereka.
“Nat, gue mau ngomong sama lo?” ajak Ayu sambil menarik tangan sahabatnya yang sudah keluar dari restoran.
Namun ketika Rehan hendak mengikuti langkah mereka, Ayu sudah berbalik ke arahnya.
“Lo enggak usah ikut kita!” sentak Ayu dengan tatapannya yang tajam seolah ingin memangsa Rehan.
“Kamu tunggu di lobi aja, aku mau bicara sebentar sama Ayu.”
Rehan menganggukkan kepala lalu keduanya pergi meninggalkannya. Tentu pria itu bisa merasakan kalau sosok Ayu sedang kesal dengannya.
“Rehan, tunggu aku!” Suara itu berhasil membuat langkah Rehan terhenti serta menoleh ke arahnya. Tapi di detik selanjutnya, pria itu kembali melangkahkan kakinya dengan setengah berlari. Berusaha menghindar.
Namun, sosok wanita yang tak lain adalah Ratu langsung berlari agar dapat mengejar pria pujaan hatinya.
“Tadi itu kamu apa-apaan sih, Rehan?” Ratu bertanya karena tidak mengerti dengan ucapan pria itu yang berubah drastis ketika berjanji akan meninggalkan Natalie.
“Kamu ngapain ikut aku? Mending sekarang kamu pergi jauh dari hidup aku dan Natalie!” usir Rehan tanpa menoleh dan terus menghindari wanita itu.
“Apa? Setelah semua yang kita lakukan kamu mau aku pergi?”
Ratu tidak percaya jika Rehan tega mengatakan hal yang sangat menyakiti hatinya.
Rehan menghentikan langkahnya lalu menatap wanita yang sudah tidak lagi mengejarnya dengan air mata yang membasahi pipinya. Tentu masih ada sedikit rasa iba di dalam hatinya.
“Anggap aja apa yang kita lakukan kemarin itu karena aku khilaf jadi lebih baik kita akhiri hubungan kita sampai di sini ya,” kata Rehan yang sudah berada di hadapan Ratu.
Ratu menggelengkan kepalanya sambil terus menangis. “Aku sayang sama kamu, bahkan semuanya sudah aku berikan buat kamu termasuk…..”
“Please, aku mohon jangan bahas soal itu lagi toh kamu juga yang mau, ‘kan?”
Memang tidak ada yang salah dengan kata-kata Rehan terkait hal yang sedang mereka bahas tapi tentu rasanya sungguh semakin menusuk hati Ratu terlalu dalam.
“Sekarang kita lupakan semua yang sudah terjadi dan lanjutkan hidup masing-masing jadi jaga diri kamu baik-baik ya,” lanjut Rehan sembari mengusap puncak kepala wanita itu.
Sementara itu, di sisi lain Ayu tengah menghakimi Natalie karena masih memberikan kesempatan kedua kepada Rehan. Wanita itu tidak habis pikir kenapa Natalie sangat bodoh sampai mau menerima pria yang sudah menyakiti hatinya.
“Nat, apa lo sesayang itu sama Rehan sampai lo enggak mau pisah sama dia?”
“Tentu gue masih sayang sama dia makanya gue enggak mau pisah sama dia dan gue yakin kalau Rehan bisa merubah kok.”
Natalie berusaha meyakinkan diri serta sahabatnya kalau pria itu akan berubah nanti. Tapi, Ayu menggelengkan kepalanya dengan senyuman mengejek.
“Selingkuh itu penyakit Nat, dan enggak akan sembuh sampai kapanpun.”
“Tapi Yu…”
“Lo boleh enggak percaya sama omongan gue hari ini tapi gue sangat yakin kalau Rehan bakalan ngelakuin hal yang sama kayak hari ini.”
Natalie bergeming karena dihantui rasa bersalah atas keputusan yang diambilnya.
“Dan satu hal lagi, kenapa gue bisa ngomong kayak gini karena bokap gw pun begitu dan lo tahu?” Natalie menatap manik mata Ayu yang penuh dengan kebencian serta amarah.
“Nyokap gue selalu kasih banyak kesempatan itu walau sampai beliau menutup matanya hanya karena masih mencintai pria b******k itu,” lanjut Ayu dengan suara yang terdengar bergetar serta kedua matanya yang sudah berkaca-kaca.
Lalu Ayu memutuskan pergi meninggalkan sahabatnya yang masih bergeming di sana.