6. Night Atmosphere in LA

1219 Words
"Bryan & Reina... apa yang kalian lakukan?" Tanya Hugo yang baru saja melihat kami di kamar. "Oh... kami tidak melakukan apa-apa Hugo" Jawab Reina gugup. Akupun tertawa mendengar suara itu. "Reinaaa... are you okay? Suaramu terdengar sangat gugup seperti orang yang sudah ke tangkap basah sudah berciuman" Ucapku sambil tertawa. Kulihat mata Reina sedikit membesar karna ucapanku. "Rein... apa mungkin tadi kau melihatku bersama Jasmine di ruang depan?" Tanya Hugo yang sedang menggoda Reina. "Aaahh... ehmmm... Aku rasa tidak" Jawab Reina dengan memutar bola matanya. "Ayolah Rein... kau tadi melihat Aku dan Hugo kan? Itu yang membuatmu berlari setengah mati" lanjut Jasmine tertawa menggoda Reina kembali. "Oh...  seperti itu, karena Hugo & Jasmine dia berlari seperti itu sampai menabrakku?"  Kataku dalam hati. Aku tersenyum mengingat hal lucu itu dan rasanya Aku harus sangat berterima kasih kepada Hugo & Jasmine. "Bryan... kenapa kau tersenyum seperti itu? Apa yang kau bayangkan? Hal seperti itu? Dengan Reina? C'mon man, it's impossible" Tanya Hugo yang sedang menggodaku. "Nothing, but thank u man" Ucapku sambil tersenyum melewatinya. Dia tidak tahu kalau Aku sudah melakukannya, tawa iblisku dalam hati. REINA POV "*Shiiittt!!! Kenapa hal itu bisa terjadi? Kenapa Aku bisa melakukan seperti itu dengan Bryan?" Kataku menggerutu dalam hati. "Tapi... kenapa Aku sangat menikmatinya? Apa karna cara Bryan menciumku itu sangat lembut? Sehingga Aku tidak menyadarinya?" Lanjutku lagi dan tidak sadar Akupun tersenyum juga. Dia pasti sudah merasa ke pede-an karna kejadian tadi. ---- AUTHOR POV Beberapa hari setelah kejadian canggung di apartemen milik Bryan. Hugo & Jasmine semakin dekat dan mengakui kalau mereka mempunyai hubungan yang spesial. Hal itu juga membuat Bryan & Reina semakin sering bertemu dan hubungannya semakin mendekat. Jasmine yang selalu mendatangi apartement milik Bryan (Tempat brandalan ini berkumpul) membuat Reina juga mengikuti sahabatnya itu. Jasmine yang mulai mengikuti kehidupan liar Hugo di ikuti oleh Reina yang sangat khawatir kepada sahabatnya itu. Semakin hari Reina & Jasmine pun perlahan-lahan masuk kedalam kehidupan liar milik ke tiga pria ini. Reina & Jasmine mulai ikut bergabung menonton dan mengikuti balapan liar tengah malam di LA. Balapan yang di penuhi oleh pria bertatto dan wanita seksi yang nakal. Saat itu sudah pukul 2 pagi, mereka masih menikmati suasana balapan di LA. Reina yang mengenakan kemeja pink dengan nuansa garis-garis berwarna tosca dan memadukannya dengan celana jeans sobek pendek andalannya. Sedangkan Jasmine mengenakan baju kemeja peach tanpa lengan dan memadukannya dengan rok hitam pendek miliknya. Reina yang melupakan sikap dingin acuh yang tak ingin bersosialisasi dengan dunia luar pun dibuat kecanduaan oleh Jasmine, Bryan, Hugo & Charlie. Reina merasa sangat bebas dan melupakan semua tekanan batin oleh Ayah & Ibu tirinya saat bersama mereka ditambah dengan Bryan yang semakin hari semakin perduli dan lembut kepadanya. Balapan itu telah selesai dan mereka kembali ke apartement milik Bryan tepat pukul 3 pagi. Mereka melanjutkannya dengan mabuk-mabukkan. Reina adalah wanita yang sangat tidak kuat meminum alkohol dengan takaran yang banyak pun tepar setelah meneguk minuman keras itu. Sedangkan Jasmine adalah gadis yang sangat kuat minum, sikap seperti itunya lah yang membuat Hugo semakin jatuh cinta kepadanya. Bryan melihat Reina yang sudah terkapar di lantai dengan posisi tangan yang masih memengang gelas kecil berisikan wine itu langsung mengangkatnya dan membawanya ke kamar yang kemarin Reina tempati, menyelimutinya dengan kasih sayang, Mengecup kening, mata, hidung, bibir, hingga lehernya. Bryan selalu hilang kendali bila bersama dengan Reina. Reina yang setengah sadar akan ciuman lembut yang di berikan Bryan membuatnya membuka mata dan membalas ciuman Bryan. Reina membalas ciuman lembut Bryan dengan ciuman mennyentuh miliknya, dan sontak membuat nafsu Bryan mulai memanas hingga naik ke kepalanya. Tapi, Reina yang masih dalam keadaan mabuk itu pingsan kembali dan melepas bibir Bryan. Bryan yang sedang menikmati bibir basah milik Reina seketika itu lesu dan frustasi. Bryan hanya bisa menghela nafas dan mengacak-acak rambutnya, karna belum sempat dia mencapai puncaknya Reina terlebih dahulu tidur kembali. Tapi, Bryan sangat menyukai ciuman yang Reina berikan tadi sangat menyentuh dan membuat Bryan menginginkannya lagi dan lagi. Bryan kembali menatap Reina yang sedang tidur kembali menyelimutinya dan mengecup kembali bibir Reina lalu keluar meninggalkannya. ---- REINA POV Aku membanting pintu kamarku, setelah bertengkar dengan Ayah & Perempuan penggoda itu. Ayah selalu membelanya dan akan terus membelanya, entah sihir apa yang telah perempuan itu berikan kepada Ayahku bahkan dia sampai rela menamparku demi menjaga perasaan p*****r itu. Aku sangat membenci mereka berdua, Ayah tidak pernah memperdulikan Aku. Aku menuruni tangga dan masih mendapati mereka berdua di lantai bawah. Perempuan itu menenangkan Ayahku, Dia tersenyum licik kepadaku saat melewati mereka rasanya Aku tidak tahan untuk mencekik dan mengubur dia hidup-hidup. Ayah yang tadi memukulku mendekatiku dengan tatapan lembut yang mengartikan dia bersalah bersikap seperti itu kepada putri satu-satu miliknya. "Reina... maafkan Ayahmu yang tadi sempat menamparmu sayang" Ucap p*****r itu melihatku. "Rein... Ayah minta maaf karna lepas kendali dan menamparmu. Maafkan Ayah" Kata Ayah sambil mengambil kedua tanganku dan menyatukan dengan kedua tangannya. Tapi... Aku yang sangat membenci p*****r itu membuatku harus bersikap dingin kepada Ayahku. Sebenarnya... Aku ingin memaafkan Ayahku, tapi melihat raut muka yang ingin ku cakar membuatku menepis tangan Ayah dan meninggalkan rumah. Aku pergi ke rumah Jasmine mencari hiburan yang bisa membuatku tenang. Aku melihat ada 2 motor Harley hitam mengkilat yang sedang terparkir di halaman rumah Jasmine, yaaahh itu adalah motor milik Hugo & Charlie. "Hei.. Rein, what's up?" Teriak Hugo yang seketika itu melihatku masuk dan mengangkat satu tangannya ke atas. "What's wrong, Reina?" Lanjut Charlie yang menyuruhku duduk disampingnya. "Bryan... dimana dia?" Tanyaku penasaran. "Dia sedang ada urusan dengan seseorang" Jawab Hugo sambil tersenyum melihatku. "Siapa? Siapa seseorang itu?" Aku berkata penasaran dalam hati. "Tapi, kita akan bertemu malam ini di tempat balapan nanti" Lanjut Charlie. "Aku akan ikut!!!" Teriak Jasmine dari dalam kamar miliknya. "Sure... baby" Teriak Hugo membalasnya. Aku rasa... Aku juga harus ikut untuk menghilangkan moodku yang menjengkelkan akibat Ayah dan p*****r itu. ---- AUTHOR POV Jasmine yang sedang di gonceng dengan Hugo dan Reina bersama Charlie pergi bersamaan menuju lokasi balapsn malam ini di LA. Seperti biasa... lokasi itu sudah di padati oleh pria dan wanita bertatto. Wanita ditempat itu berpakaian layaknya seorang p*****r, memperlihatkan bra mereka, p****t yang kendor ala wanita LA yang menandakan dia sudah tidak perawan lagi. Reina, Jasmine, Hugo & Charlie sampai di tempat itu dan disambut oleh teriakkan orang-orang disana. Reina mencari Bryan yang belum tampak berada disana. Tidak lama menunggu Bryan pun tiba dengan Motor Harley hitam mengkilatnya dengan pakaian simple baju berkerah coklat dan dibalut jaket kulit hitam tebal miliknya, sepatu boots hitam tinggi favorite dia. Bryan yang melihat Reina seketika itu tersenyum dan menghampiri posisi mereka. BRYAN POV "Itu dia wanitaku, seperti biasa dia terlihat sangat seksi dan mempesona" Ucap Bryan dalam hati. "Siapa yang akan ikut permainan malam ini?" Teriak James salah satu penghuni tempat balapan ini. "Me!!!" Teriakku dengan gaya maskulin andalanku. "Whooaa... Mr. Pattinson. Are you serious? Sudah lama kau tidak ikut permainan ini? Kau biasa hanya menontonnya bersama Mr. Lautner & Mr. Watson" ucap tak percaya James kepadaku. "But, kau harus mempunyai partner malam ini Mr. Pattinson untuk mengikuti permainan ini" lanjut James. "Aku bersedia menemanimu Mr. Pattinson" Ucap suara perempuan yang selalu ingin aku mendengarnya. Yaaahhh dia Reina Mondley. Semua orang yang datang di tempat ini bersorak untukku dan Reina. "Are you Ready... Ms. Mondley?" Tanyaku menggoda kepadanya. "Yeaaahhh... selalu bersedia untukmu" Jawab Reina kembali menggodaku. *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD