Jantung sangat berdebar melihat senyum yang menggoda di wajahnya, membuatku selalu mengingat bibir lembut yang pernah menempel lekat di bibirku. Permainan segera di mulai, James sudah mempersiapkan aba-abanya dan Reina juga sudah naik diatas motor sambil melingkarkan tangan ke pinggangku. Aku tersenyum malu yang merasakan tangan Reina yang sedang memelukku.
"Kalian tahu peraturan bermain di area ini, kan?" Teriak James.
"Yeaaaahh" Teriakku bersamaan dengan pria yang mengikuti balapan ini.
"One, Two, Three... and Gooooo!!!" Teriak bersemangat James dan di ikuti oleh sorak orang-orang yang melihat balapan ini.
Aku menarik gas motorku keatas dan secepat itu juga motorku dengan kencang melaju ke depan, kurasakan tangan Reina semakin kuat melingkar di pinggangku, tubuhnya maju memelukku erat sehingga d**a reina menyentuh punggungku di belakang. Ku rasakan sesuatu yang kenyal menempelku, Aku rasa itu adalah p******a milik Reina.
"Apa kau takut... Rein?" Teriakku dengan posisi yang masih menarik kencang gas motor ditanganku.
"Yeah... Aku rasa begitu, tapi ini sangat menyenangkan Bryan. Aku sangat menyukainyaaaaaaaaa!!!!" Teriak Reina melepaskan kedua tangan dan membentangkannya seakan ingin menyapu angin malam suasana balapan di LA.
Aku yang menyadari itu sontak membuat khawatir dan berteriak "Reeiiinn... itu berbahaya kau akan terjatuh, Ay----" belum sempatku melanjutkannya, Tangan Reina berpindah keatas pundakku dan melingkarkannya di leherku, memelukku dengan erat dan berbisik "Ini sangat menyenangkan, Bryan". Aku yang merasakan pelukkan dan bisikkan itu membuat merasakan sengatan listrik diseluruh tubuhku. Tapi, Aku harus tetap fokus dan memenangkan balapan ini. Motor kesanyanganku yang sangat mendukung, akhirnya membuatku menjadi pemenang di pertandingan balapan itu.
Reina sepertinya sangat senang sampai dia berjingkrak-jingkrak dan kembali memelukku, Aku tidak pernah melihat Reina tersenyum bahagia seperti itu.
"Terima Kasih, Bryan. Malam ini kau membuatku melupakan masalah keluargaku tadi pagi. Aku benar-benar bahagia sekarang" ucapnya dan mencium pipiku.
"Oh, God!!! Aku menyukainya" Ucapku dalam hati. "Jadi kau sangat menyukainya? Itu berarti kau bisa mengabulkan permintaanku?" Tanyaku yang tersenyum sedikit menggodanya.
Jasmine, Hugo & Charlie tampak penasaran dengan apa yang akan Aku minta kepada Reina.
"Yaaaahhh... apapun itu katakanlah, jika Aku mampu memenuhinya" jawabnya yang membalas senyumanku.
"Bolehkah aku meminta ciuman lagi? Bukan untuk pipiku, tapi buat bibirku?" Jawabku memperlebar senyum menggodaku. "Atau Boleh aku membalas ciumanmu?" Lanjutku. "Tapi... jika kau tidak bis-----" Aku belum melanjutkan perkataanku. Bibir Reina secepat itu juga sampai ke bibirku, menyentuhnya dan melumatnya. Aku pikiri jika dia berkenan, itu akan menjadi ciuman biasa yang hanya menyentuh dan melepaskannya. Tapi ciuman Reina saat ini berbeda dengan ciuman yang kemarin Aku lakukannya di saat dia tidur dirumah Jasmine, saat dia menabrakku dan aku yang memulainya, dan saat dia mabuk di kamarku. Ciuman saat ini terasa sangat lembut dan hangat, apakah karna Reina yang memulainya?
Reina menciumku, melumat bibirku. Dan Aku membalasnya menciumnya, menarik pinggangnya sehingga tidak terasa itu mengenai Bryan Junior dibawah yang secepat itu menegang, Reina membuka mulutnya seakan dia mempersilahkan lidahku masuk dan menjelajahinya didalam. Reina pun melakukannya kepadaku, Aahhh ciuman ini sangat erotis dan Aku sangat menyukainya tanpa sadar Jasmine, Hugo & Charlie yang menatap kami seperti sedang menonton adegan hot di film-film.
"Apakah masih lama? Aku pikir kita harus kembali sekarang?" Ucap Charlie yang membuat Reina berhenti dan membuatku ingin menendang b****g Charlie. Aku masih ingin menikmatinya.
"Yaaahh... Aku rasa, kita sudah harus pulang" sambung Reina yang melepas bibirnya dari bibirku.
"Aku rasaaaaa... saat ini Bryan akan menendang bokongmu, Charl? Sepertinya dia masih ingin menikmatinya, Rein?" Kata Jasmine yang menggodaku.
"Aku rasaa... kau benar, sayang" lanjut Hogo sambil berjalan merangkul pinggang milik Jasmine.
REINA POV
Kami kembali seperti biasa ke apartement milik Bryan. Aku yang tadi datang bersama Charlie saat ini sedang bersama Bryan.
"Thank u Rein... Aku sangat menyukai bibirmu" Kata Bryan menggodaku.
"Yaahhh.. Aku pikir. Aku juga menyukainya?" Jawabku tanpa sadar mengakui kalau aku benar menyukainya.
"Apakah kita masih bisa melakukannya?" Tanya Bryan kembali dengan nada serius yang mengartikan dia benar ingin melakukannya kembali.
Aku berfikir dan berkata "Maybe" sambil tertawa di belakang.
Bryan menarik tanganku, dan melingkarkannya ke perutnya. Dan Aku hanya diam mengikutinya. Bryan yang menambah laju motornya membuatku semakin erat memeluknya dan menyandarkan wajahku di pundak keras miliknya.
*****