4. Falling in Love - II

1222 Words
BRYAN POV Aku jalan menelusuri rumah Jasmine, Aku mencari dimana Reina berada. Aku sudah melihat toilet itu tapi Aku berjalan terus melewatinya dan melihat Reina sedang tertidur pulas di kamar Jasmine. Aku memberanikan masuk dan mengendap-ngendap agar suara sepatuku tidak terdengar olehnya, karna itu bisa sangat kacau jika Aku ketahuan. Aku tepat berada di depannya, ku tatap wajah dinginnya yang cantik. Ku belai sedikit rambut coklat keemasan miliknya, Aku berusaha menahan diriku untuk tidak menyentuhnya tapi Aku tidak bisa, Aku tidak sanggup melewatkan moment seperti ini. Aku melihat bibir merah milik Reina, dan sangat tidak tahan untuk tidak mencicipi bibir lembutnya, Aku berharap dia tidak bangun saat Aku mengecup bibirnya. Dan... Yaaahh Aku pun berhasil mengecupnya, Reina pun tidak terbangun. Aku merasa tidak puasa karna itu hanya berupa sentuhan, tapi Aku harus menahan diriku. Akhirnya.. Aku pun keluar dari kamar itu. "Apa yang kau lakukan disini?" Tanya seorang wanita dibelakangku. Yaahhh... itu suara Reina. Aku sangat kaget, apakah dia menyadari kejadian tadi? "Aku sedang mencari toilet untuk membersihkan celanaku karna Hugo menumpahkan minumannya" Jawabku gugup takut ketahuan olehnya bahwa tadi Aku sudah menciumnya. "Toilet sebelah sana, sudah kau lewati" Ucap Reina dingin Itu membuatku frustasi, karna dia sangat dingin kepadaku. Apa mungkin karna kejadian pertama kali kita bertemu? Aku kasar kepadanya? Ahh... Aku sangat pusing memikirkannya. AUTHOR POV Bryan & Hugo meninggalkan rumah Jasmine. Bryan tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian di kamar Jasmine. Hugo tidak mengetahui kejadian itu, dan Bryan pun tidak ada niat memberitahu kejadian itu kepada sahabat yang sudah membantunya bertemu dengan Reina. Dia hanya ingin menikmatinya sendiri, mengingat insiden bukit kembar Reina tadi. ---- Reina menelpon Jasmine untuk bertemu di 'Los Globos Nightclub'. Jasmine pun mengiyakan permintaan Reina, Dia tahu betul ketika Reina mengajaknya bertemu di Club Reina mempunyai masalah dengan keluarganya. Jasmine menuju 'Los Globos Nightclub' dan Reina sudah duluan berada disana menuguk wine di tangannya. "Rein... ada apa? Kenapa kau seperti ini? Tanya Jasmine sambil menahan tangan Reina yang ingin meneguk kembali wine itu. "Perempuan itu... Aku sangat membencinya Jas... Dia makhluk terkutuk!!! Tega-teganya dia menyuruh Ayahku membuang semua barang-barang peninggalan Ibuku" Lanjut Reina yang setengah mabuk dan menitihkan air mata. "Benarkah? Apakah dia benar-benar melakukan itu?" Jawab Jasmine kesal mendengar perkataan Reina. "Yaa... dia sudah melakukan itu, dan dia akan terus melakukan itu kepadaku. Aku sangat membencinya.. Jas, Aku ingin dia pergi dari kehidupanku dan Ayah" Ucap Reina yang semakin menitihkan air matanya. Jasmine yang tidak tega melihatnya, kemudian memeluknya dan mengusap air mata Reina. "Ayolah... Rein sudah. Kita pulang saja, kau sudah sangat mabuk" Kata Jasmine sambil berusaha mengangkat Reina yang sudah mabuk berat. Jasmine menopang Reina berjalan keluar dari club itu. Dan Jasmine tidak sengaja menabrak seorang pria yang berumur 40-an tahun yang baru saja ingin memasuki club itu. Tapi, tampaknya pria itu sudah terlanjur mabuk saat itu. 'Bruukkk' suara tabrakkan. Jasmine yang tidak kuat untuk menopang Reina, akhirnya jatuh. "Dasar... perempuan jal*ng" teriak kasar pria itu. Sontak saja mendengar kata jal*ng membuat Jasmine berdiri dan menampar pria itu. Pria itu kesal dan menampar Jasmine kembali. Jasmine pun tersungkur di ke bawah tepat disamping Reina yang sudah pingsan. "Berani-beraninya perempuan hina seperti mu menamparku?" Teriak pria itu lagi. Reina yang tadi mengenakan mengenakan rok mini saat jatuh membuat rok mininya naik dan memperlihatkan paha kecilnya yang mulus. Pria mabuk itu melirik dan tergoda melihat posisi Reina yang pasrah, tangan pria itu dengan lincahnya ingin meraba paha milik Reina. Tapi... belum sempat menikmati paha mulus Reina, sebuah kepalan tangan jatuh ke pipi sebelah kirinya. Yaaahhh. Itu adalah Bryan. Bryan bersama Hugo & Charlie baru saja selesai dari acara balapan mereka. Saat melewati club itu, Hugo yang melihat Jasmine tadi sedang di tampar pria mabuk itu langsung memberhentikan motornya dan berlari menuju pintu keluar club itu. Hugo yang melihat bibir Jasmine memar dan mengeluarkan, langsung menghajar pria itu lagi yang sangat berani menampar wanita yang mulai dari kemarin menarik perhatian Hugo. Bryan... melihat Reina yang sedang tergeletak pingsan dengan keadaan seperti itu membuat dia khawatir dan membuka jaket coklat kulit tebal miliknya lalu membungkus kaki mulus Reina. Mereka meninggalkan club itu. Bryan, Hugo & Charlie meninggalkan motor nya dan mengantar Reina & Jasmine dengan mobil milik Reina. Hugo yang menyetir dan Jasmine yang disampingnya masih dengan bibir memar akibat tamparan pria itu. Bryan yang menggendong Reina masuk kedalam mobil dan duduk di kursi tengah bersama Charlie. Mereka membawanya ke Apartement milik Bryan yang posisinya kebetulan lebih dekat dari club itu. ----- Sesampai di club, Hugo mengobati bibir Jasmine yang masih memar akibat kejadian tadi. "Aaww... sakit Hugo" teriak Jasmine saat Hugo mengoleskan obat di bibirnya. "Iyaa... iyaa Aku akan hati-hati. Maafkan Aku" Jawab Hugo sambil menatap mata coklat milik Jasmine. Di tempat lain, tepatnya di kamar Bryan. Reina masih belum bangun dari mabuknya. Bryan, berada di sampingnya dan menggemgam tangan milik Reina. Ketika itu... Reina membuka matanya, bangun dari tempat tidur lalu muntah dan mengenai antara baju mereka berdua. Reina kaget karna disaat dia bangun, orang pertama dia lihat adalah pria yang sangat menjengkelkan baginya. REINA POV "Ohmaigatt... Rein. Kamu baik-baik saja?" Ucap Bryan kaget yang terlihat sangat peduli kepadanya. "Kau... kenapa kau ada disini bersamaku?" Tanyaku heran sambil melepas genggaman tangannya. "Ceritanya panjang, nanti di jelaskan sama Jasmine. Lebih baik kau pergi ganti baju terlebih dahulu, karna bajumu sudah kotor akibat jatuh tadi dan muntahanmu. Aku juga ingin membersihkan diri dari muntahan ini" Jawab Bryan sambil berjalan keluar meninggalkanku. Aku masih bingung, ada apa sebenarnya? Jasmine mana? Lebih baik Aku mengikuti kata Bryan dulu, karna kepalaku juga masih terasa sakit. "Apa kau mau deluan masuk kamar mandi atau Aku?" Tanya Bryan yang kembali masuk dengan melemparkan ku baju miliknya. "Hanya ukuran seperti itu yang Aku punya, itu ukuran paling kecil. Pakailah dan ganti bajumu" lanjut Bryan lagi. "Aku yang akan masuk deluan, Aku sudah tidak tahan dengan bau alkohol dan juga muntahanku" Kataku sambil mengambil baju itu lalu berjalan ke kamar mandi yang berada di dalam kamar milik Bryan. "Yasudah... kau harus cepat. Aku juga sudah tidak tahan dengan bau ini akibat ulahmu" jawab Bryan yang sedang duduk manis di atas tempat tadi Aku tidur. Aku berjalan ke kamar mandi. Dan menyalakan shower, kurasakan setiap guyuran air itu membasahi rambut dan juga tubuhku. Terasa sangat nikmat. Tubuhku terasa segar setelah mandi. Aku mengenakan kemeja putih milik Bryan tadi, kemeja ini memang tampak sedikit besar tapi sangat pendek dan minim. Aku bergegas keluar dan mencari Bryan, yang harusnya memberiku celana karna kemeja miliknya sangat pendek. "Bryan...?" Teriakku Aku tidak melihatnya di tempat tidur itu. BRYAN POV "Hei... What's up?" Jawabku dari sudut jendela tempat Aku berdiri saat ini. Astagaa... apa yang Aku lihat. Pemandangan indah apa ini? Reina tampak seksi dengan kemeja putih milikku ditambah rambutnya yang masih basah, pahanya terpampang di depanku sangat mulus. Aku sangat menginginkannya, rasanya Aku ingin berlari dan memeluknya. "Apa kau sudah gila membiarkan Aku berpakaian seperti ini?" Tanya Reina dengan mengerutkan keningnya "Aku tidak punya bawahannya Reina, hanya boxer dan celana panjang milikku. Apakah kau ingin memakainya?" Jawabku sambil menaikkan alis kiriku sebelah "Kalaupun kau mau itu tidak akan muat untukmu" Lanjutku sambil berjalan kearahnya. "Tapi ini sangat minim Bryan?" Jawabnya dengan menatap kearahku. Astagaa tatapan itu lagii... membuat ku tidak tahan ingin memeluknya. "Iya... Aku tahu. Tapi setidaknya itu lebih baik dari pada kau tidak mengenakan apa-apa" ucapku sambil mengancing kancing bagian atas kemeja yang saat ini Reina kenakan. *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD