19. Extra : Lovely Baby

3239 Words

Setahun kemudian...   “Arrrdddiiiiiii... ini semua salah kamuh! Huh hah.. huh.. Akuh.. benci sama kamuuuhhh! Akkkhhhh...” Aku menjerit kencang, menahan sakit mencengkram lengannya Ardi sekuat tenaga. “Sabar, Sayang, sabar.. bentar lagi kita sampe di rumah sakit.” Sabar?! Barusan Ardi bilang apa?! Sabarrrrrrrrr?! Sakit jiwa! Aku yang lagi kesakitan kayak gini disuruh sabar?! Dengan santainya Ardi bilang SABAR?! Oke aku bohong kalau bilang Ardi santai karena di sampingku Ardi bahkan terlihat sangat panik meski masih harus fokus pada jalanan di depannya. “Kamu tuh mau enaknya ajahhh! Giliran aku sakit kayak gini... huhhh hahh.. kamu malah nyuruh aku sabar?!” “Iya, Sayang... iya aku yang salah, kamu tenang dulu ya.. tarik napasssss.... keluarin! Oke lagi tarik napas.... keluarin...” Ardi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD