Malam di Mandalika terasa begitu tenang. Suara deburan ombak terdengar silih berganti menghantam bibir pantai. Angin laut masuk melalui celah pintu balkon yang sengaja dibiarkan sedikit terbuka, membuat tirai putih bergoyang pelan mengikuti arah hembusannya. Richard berdiri di balkon kamar VIP hotel. Tangannya bertumpu pada pagar kaca, sementara tatapannya lurus mengarah ke lautan yang tampak gelap, hanya diterangi cahaya bulan yang memantul lembut di permukaan air. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kepalanya terasa begitu ringan. Tidak ada laporan keuangan yang harus diperiksa, tidak ada rapat direksi yang menunggu, dan tidak ada telepon mendesak dari klien. Yang ada hanya suara ombak yang menenangkan, serta bayangan seorang gadis yang seharian ini terus memenuhi pikirannya. R

