Langit di atas Mandalika perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan yang lembut. Sinar matahari yang sejak siang menyinari dengan teriknya kini mulai meredup, perlahan tenggelam menyembunyikan dirinya di balik garis cakrawala yang bertemu dengan hamparan lautan luas. Angin pantai mulai berhembus membawa aroma garam yang khas, menyejukkan udara yang masih terasa hangat setelah seharian terkena sinar matahari. Rombongan mobil yang membawa mereka pun akhirnya berhenti di area parkir tempat penginapan. Begitu pintu mobil terbuka, Marchel langsung melangkah keluar sambil mengembuskan napas panjang seolah melepaskan segala rasa lelah yang menumpuk di tubuhnya. Ia merentangkan kedua tangannya sebentar, lalu menggelengkan kepala perlahan. “Ya ampun… terasa lelah juga rasanya perjalanan hari

