Keputusan Drajat

1370 Words

“TUAN! Anda harus melihat berita ini sekarang juga!” ucap asisten pribadi Dikta setengah berteriak. Ia memasuki ruangan Dikta bahkan tanpa mengetuk pintu dahulu dan langsung berlari menghampiri Dikta dengan ponsel yang menyala di tangannya. “Kau ingin mati, ya?!” ujar Dikta kesal. Suasana hatinya sedang tak bagus, ditambah asistennya tiba-tiba saja masuk tanpa tahu sopan santun. Tatapannya menajam saat asistennya berdiri di sebelahnya. “Memangnya ada berita apa?! Awas saja kalau beritanya gak penting! Aku akan mengakhiri hidupmu,” ancam Dikta lagi dengan tatapan yah semakin menajam dan dingin. “Anda harus melihat berita ini, Tuan,” ucap asisten itu. Dia kemudian menyodorkan ponselnya pada Dikta dan langsung diambil dengan sedikit kasar. “Huh!” desah Dikta kesal. Ia memutar bola

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD