Mr.Sexy

1293 Words
Happy Reading. Sinar matahari mulai merambah masuk kedalam kamar sebuah Appartement. Jimin yang lebih dulu bangun dari pada Aliya hanya fokus pada wajah yang ada didepanya ini. Mata Aliya masih terpejam, sepertinya Yeoja ini kelelahan. Jimin terkekeh saat mengingat kejadian semalam. Gila! ia tak peduli jika orang-orang menyebutnya gila. Keputusanya sudah bulat. Saat melihat Aliya yang tampak berfoto mesra dengan Taeyong kemarin, dia sudah memutuskan sesuatu yang akan merubah hidupnya! Agak aneh memang tapi inilah kenyataanya! Ia tak mau kehilangan seseorang yang selalu ia panggil dengan panggilan "Lil Princes". "Aku tidak peduli jika harus menghadapi kemarahan Jin Hyung dan Taehyung. Yang kufikirkan saat ini hanya cara agar memilikimu" ucap Jimin sambil mengeratkan pelukanya. "Eughhhhh....." lenguhan Aliya seolah menyadarkan Jimin. "Bangun! Ini sudah siang" bukannya langsung bangun Aliya malah menelusupkan kepalanya didada bidang Jimin. "Tak ingin bangun?" Aliya menggeleng. "Dreettttt......drettttt....." Aliya mendengus saat mendengar bunyi ponselnya. Dengan sedikut kesal ia langsung meraih ponselnya diatas nakas tertera nama "Chubby Chaeng" disana. "Wae?" "Yakh....ada apa dengan mu? Apa aku menggangu tidurmu?" Tanya Chaeyoung kesal. "Sudah tahu tanya" balas Aliya kesal. "Haishhhh....sudahlah! Kau jadi ikut tidak? Jika jadi aku akan menyuruh Taeyong Oppa ikut lagi untuk menemanimu. Karena Tzuyu dengan Yuta, Dahyun dengan Donghyuk, aku dengan Wonwoo, Yeri dengan Sungjae dan Hani dengan Ten" ucap Chaeyoung memberi tahu. "Apa Taeyong Oppa mau menemaniku?" Jimin yang mendengar nama Taeyong disebut langsung merebut ponsel Aliya. "Oppaaa......" teriak Aliya pada Jimin. "Kenapa nama Taeyong disebut?" Tanya Jimun sedikit kesal. "Ini Jimin Oppa?" Tanya Chaeyoung bingung. "Nde Park Jimin! Kenapa nama Taeyong disebut" tanya Jimin lagi. "Ohhh...itu jika Aliya jadi ikut jalan-jalan aku akan meminta Taeyong Oppa jadi pasanganya! Karena yang lain sudah punya pasangan dan dia saja yang belum" ucap Chaeyoung jujur. "Kalian mau kemana?" Tanya Jimin. "Berlibur ke Vila keluarga ku" "Tak perlu mengajak Taeyong! Aku yang akan jadi pasangan Aliya, Chaeng kau mengerti?" Tanpa mendengar jawaban Chaeyoung, Jimin langsung mematikan sambungan telfonya. "Puasss?" Tanya Aliya kesal. "Kajja kita bersiap! jika tak ingin terlambat" ucap Jimin sambil menyingkap selimut dan mengambil celananya yang berserakan dilantai. "Kau atau aku yang mandi dulu?" Tanya Jimin. "Sakiittttt" Seolah mengerti Jimin langsung melilitkan selimut pada tubuh Aliya. Dan menggendongnya menuju kamar mandi. "Mandilah! Oppa akan siapkan baju untukmu" setelah itu Jimin langsung menutup pintu kamar mandi. Jimin lalu kembali keranjang dan memunguti pakaian mereka yang berserakan dilantai dan meletakkannya disofa. Kalian tahu kan semalam kami melakukan apa saja?. "Aku yang pertama" ucap Jimin sambil tersenyum saat melihat bekas bercak merah pada Sprei Aliya. *** "Kenapa Aliya lama sekali?" Tanya Yeri kesal. Karena mereka hanya tinggal menunggu bocah bulat itu. "Tadi kau sudah menelfonkan bocah itu kan Chaeng?" Tanya Dahyun. "Sudah Eonni! tapi ada yang aneh" ucap Chaeyoung sedikit ragu. "Aneh kenapa?" Tanya Wonwoo. "Tadi saat aku berbicara dengan Aliya tiba-tiba Jimin Oppa langsung menyaut ponsel Aliya dan berakhir dia yang berbicara padaku. Dan dia juga melarangku mengajak Taeyong Oppa! karena dia bilang mau jadi pasangan Aliya" ucap Chaeyoung. "Apa Aliya tidur dengan Jimin Hyung....akhhhhh" Tzuyu langsung memukul kepala Yuta. "Jaga bicaramu" ucap Tzuyu kesal. "Eonniiiii......" mereka semua menoleh saat mendengar suara seseorang! Disana Aliya tampak berjalan sambil menggandeng Jimin. "Mian aku telat" ucapnya sambil memeluk ke-5 gadis yang lebih tua darinya ini. "Tak apa! Dari pada kau tak datang. Kajja kita berngkat" ajak Dahyun. "Kau tak mengajak Taeyong kan Chaeng?" Chaeyoung langsung menggeleng cepat. Karena Jimin bertanya padanya sambil melirik tajam dirinya dan itu membuatnya takut. "Baiklah. Kita berangkat sekarang" mereka melongo saat melihat Jimin memeluk pinggang Aliya dengan mesra sambil berjalan menuju mobil. "Mereka aneh" koor mereka ber-5. *** Setelah menempuh perjalan selama 3 jam akhirnya mereka sampai. Para Namja bertugas untuk memindahkan koper kedalam Vila. "Besar juga" nilai Sungjae saat masuk kesana. "Oh ya kamarnya ada 6 disini jadi masing-masing kamar diisi oleh 2 orang" ucap Chaeyoung memberitahu. "Aku mau tidur dengan Tzuyu" ucap Yuta manja. "Aku tidur diranjang dan kau dikamar mandi! Benarkan?" Yuta langsung cemberut saat mendengar itu. "Aishhh....Namja tidur dengan Namja dan Yeoja dengan Yeoja. Dan tak ada bantahan atau kalian pulang sekarang?" Ancam Dahyun saat melihat Donghyuk hendak protes. "Baiklah kita tidur terpisah" ucap Wonwoo sambil berlalu dan merangkul Sungjae. "Wae?" Tanya Aliya saat menyusul yang lain. "Kita tidur dalam satu kamar ya?" Aliya langsung meneloyor kepala Jimin karena kesal. "Oppa mau cari mati eoh?" Tanya Aliya kesal. "Wae? Lagipula aku sudah melihat semuanya ahhkkkk....." Jimin memekik saat Aliya memukul kepalanya. "Jangan membahasnya lagi atau Oppa akan menyesal" ancam Aliya dan langsung menyusul yang lain. Jimin tersenyum saat melihat Aliya yang berlalu begitu saja. Hah....ini menarik juga! batinya. **** "Hua ini dingin" ucap Yeri yang menceburkan dirinya dikolam renang. "Yeri-ya aku ikut" yang lain ikut mencebur minus Aliya. "Kenapa kau memakai pakaian begini! jika ingin berenang?" Aliya melirik tajam kearah Jimin dengan kesal ia menyingkap sedikit kerahnya dan memperlihatkan kondisi lehernya. "Prutffff....."Jimin mencoba menahan tawanya saat melihat bekas kemerahan yang masih tersisa dileher Aliya. "Karyaku indah kan?" Aliya melirik kesal kearah Jimin. "Indah apanya? itu justru membuatku tak bisa berenang" Jimin langsung mengecup pipi Aliya dengan gemas. "Cukup lihat aku eoh. Donghyuk-ah aku ikut" ucap Jimin sambil menceburkan dirinya dikolam. "Kim kau tak ikut?" Aliya menggeleng saat mendengar pertanyaan Ten. "Kalian saja aku malas" Jimin langsung keluar dari air. Aliya menahan nafasnya saat melihat Jimin berjalan kearahnya. Tubuh Sixpack Jimin terlihat begitu menggoda saat baju yang ia kenakan basah bahkan otot-otot pria itu terlihat begitu jelas karena baju yang pria itu kenakan sangat tipis. "Aku Sexy kan?" Wajah Aliya merah merona karena ucapan Jimin. "Mau menyentuhnya oeh?" Jimin langsung menggerakkan tangan Aliya untuk menyentuh dadanya. "Oppa lepaskan. Ada banyak orang. Oppa gila hah?" Aliya langsung mendorong Jimin ia tak mau semakin malu karena kelakuan Jimin. "Kajja kita berenang" ucap Jimin sambil menggendong Aliya. "Yakhhh.....Oppaaa" Byurrrrrr! Jimin memegangi Aliya agar Yeoja ini beradaptasi dengan air kolam. Keduanya masuk kedalam kolam dengan lompatan Jimin. "Otteeee?" "Yakhh....Park Jimin pabo. Kau mau membunuhku eoh?" Tanya Aliya kesal sambil memukul Jimin. "Hei aku hanya bercanda" ucap Jimin sambil mencoba menghindar. "Yayaya...rasakan ini...rasakan" ucap Aliya sambil memukul Jimin. "Sakittt" Hup! Jimin langsung memegang tangan Aliya dan mendorongnya masuk kedalam kolam. "Yakhhh.... emphhhhhh" perkataan Aliya terhenti karena Jimin mendorongnya kedasar kolam. ke-10 orang itu menatap bodoh Jimin dan Aliya yang sedang menyelam. "Ini nyatakan? Aku tidak sedang bermimpi!" Ucap Yeri shock. "Ponsel mana ponsel" Hani langsung berteriak heboh. "Wae?" Tanya Dahyun bingung. "Aku mau mem-video mereka dan memperlihatkanya pada Mina" ucap Hani heboh. "Yakh...kau mau terjadi perang dunia oeh?" Tanya Tzuyu kesal. Didasar kolam ternyata Jimin dan Aliya sedang berciuman. Aliya mencoba menghentikan Jimin tapi pria ini justru memperdalam ciuman mereka. Dan dia hanya bisa pasrah. **** Pada akhirnya mereka tidak jadi tidur dikamar. Justru mereka memasang tikar sambil duduk diperapian dan memainkan gitar yang dibawa Dahyun dan Yeri. "Wahhhh...suara Jimin Oppa sangat indah" puji Chaeyoung. "Ahh Yeahhh...Jimin Oppa Is The Best....akhhhh" Aliya memekik saat Jimin mencubit pipinya. "Mau kucium?" Tanya Jimin jail. "Mau mati" balas Aliya kesal. "Kalian seperti pasangan kekasih saja" nilai Hani. "Apa kami cocok Choi-ya?" Hani mengangguk polos. "Bahkan Oppa lebih cocok dengan Magnae dari pada dengan Mina" Aliya tersenyum simpul saat mendengar ucapan Hani. Dia melupakan satu hal. "Mina masih menjadi kekasih Jimin Oppa" monolognya dalam hati. "Gwenchana?" Aliya mengangguk saat Jimin bertanya padanya. "Jangan difikirkan" ucap Jimin sambil membawa Aliya kepelukanya. Drettt.....dretttt. Ponsel Jimin yang berdering membuat Aliya melepaskan pelukanya. Jimin langsung merogoh sakunya. Nama "Mina" tertera disana. "Angkatlah" ucap Aliya saat tahu jika Mina yang menelfon Jimin. Jimin menggeleng dan mematikan sambungan ponselnya dan langsung mencabut baterai ponselnya. "Kenapa....?" Jimin hanya menggeleng sambil tersenyum. *** Pada akhirnya mereka benar-benar tidur disamping perapian ini. Jimin langsung merengkuh tubuh Aliya dalam pelukanya. "Jangan pernah meninggalkan ku apapun yang terjadi" uca Jimin sambil menatap manik coklat Aliya dengan dalam. "Kim......"Aliya mengangguk lalu menelusupkan wajahnya keceruk leher Jimin. "Aku mencintaimu" T.b.c
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD