Tell me

2251 Words
Happy Reading. Suasana ruang makan keluarga Park tampak begitu ramai. Suara tawa dan teriakan yang lebih mendominasi sebenarnya. Tampak beberapa pasang anak muda dan sepasang suami istri tengah sarapan bersama. "Aku mau ke Lotte Word ada yang mau ikut?" Tawar Lisa. "Tapi Eonni yang bayar tiket masuknya ya?" Lisa mendengus saat mendengar ucapan gadis yang paling muda diantara mereka. "Dasar pelit" Aliya hanya memeletkan lidahnya pada Lisa. "Ngomong-ngomong Jimin Oppa dimana imo? Aku tak melihatnya dari tadi!" Tanya Lisa pada Taeyeon. "Entahlah Chagi imo sendiri tak tahu! Dia pergi saat pagi-pagi sekali tadi! Dan Baby apa kau tak tahu Oppa-mu pergi kemana?" Aliya menggeleng saat mendengar pertanyaan Taeyeon. Dia memang tahu Jimin pergi kemana. "Eommaaa.....Appaaaa...." mereka semua menoleh saat mendengar teriakan Jimin. "Panjang umur baru dibicarakan dia sudah datang" ucap Jin. "Kalian disini?" Tepat diambang pintu Jimin berdiri dengan Mina yang ada disebelahnya. "Siapa Yeoja itu Baby?" Tanya Taeyeon berbisik pada Aliya. "Jimin Oppa Yeojachingu" "Jinjayoo?" Taeyeon memekik kaget detik berikutnya ia sadar dan langsung meminta maaf. "Kapan kalian datang?" Tanya Jimin sambil mengusap rambut Aliya. "Lepaskaaannn...." tentu saja Aliya berteriak. Jimin bukan hanya mengusap lebih tepatnya mengacak-acak rambutnya dan ia paling tak suka jika rambutnya kusut. "Pagi tadi! Imo menelfon dan ingin sarapan bersama. Oh ya siapa Yeoja itu? Kau tak ingin mengenalkanya pada kami?" Tanya Lisa sambil melirik Mina. Seolah tersadar Mina langsung membungkuk. "Jung Mina imnida. Park Jimin Yeojachingu" mereka langsung mangut-mangut. "Ahhh....ya duduklah" Taeyeon mempersilahkan mereka duduk. "Gumawo Ahjumma" ucapnya sambil tersenyum. "Ingin sarapan apa? Ahjumma akan ambilkan?" Tanya Taeyeon mencoba ramah. "Tidak perlu Ahjumma kami sudah makan tadi" jawab Mina sopan. "Oh ya kenalkan ini Appa Jimin, ini adalah kakak Jimin. Ini Jin, Jihyo dan Nida, oh ya ini Lisa, Taehyung dan Aliya yang termuda" Mina tersenyum sambil menyapa mereka. "Kau kenal Yeoja itu Oppa?" Taehyung mengangguk saat mendengar bisikan Lisa. "Jangan membahasnya! kita lanjutkan lagi sarapan ini" Lisa langsung menurut pada ucapan Taehyung. Mereka kembali asik berbincang sesekali Jihyo mengajak Mina berbicara karena yang diperdulikan oleh semuanya adalah Aliya, dan Jihyo tak mau membuat kesan yang buruk tentang calon adik iparnya dimata Mina. Aliya sendiri hanya cuek, sesekali ia menjawab pertanyaan yang dilontarkan padanya dan sesekali ia juga melemparkan pertanyaan pada Mina. Agar tidak dianggap Cemburu. "Kami mau ke Lotte Word kalian mau ikut?" Nida mendengus mendengar tawaran Jihyo. Ia tak suka dengan kehadiran Mina. Entah apa alasanya yang penting ia tak suka Mina. "Boleh kita ikut kan Jim?" Jimin hanya mengangguk saat mendengar pertanyaan Mina. "Kitaa......" "Pagi Yeorobeun........" teriakan seseorang menghentikan ucapan Jimin. Aliya dan Lisa langsung saling melirik. "Pagi Baby Pinkkkkkk... " "Oppaaa......." Aliya langsung berlari saat melihat seorang namja dengan setelan jas hitam yang berdiri didepan pintu. Bahkan dia langsung melompat kepelukan Namja itu. Sedangkan yang lain hanya terkekeh saat melihat adegan itu. "Dia bertemu pangeranya" Mina langsung melirik Nida yang baru saja berbicara. "Anyeong Samchon, imo" sapa Namja itu pada Taeyeon dan Jungsoo. "Sudah lama kita tidak bertemu Hoseok-ah! Bagaimana kabarmu?" Tanya Jungsoo sambil memeluk Hoseok, Taeyeon pun tak ketinggalan ia juga ikut memeluk Hoseok. Hoseok pun memeluk yang lain. Bahkan ia menyempatkan mengacak-acak rambut Lisa, Dongsaengnya. "Kenapa Oppa tak bilang jika mau pulang? Aku kan bisa menjemputmu dibandara?" Tanya Aliya setelah Hoseok duduk disamping Aliya. "Kejutan Baby! Lagi pula akan jadi tak seru jika aku mengabarimu dulu" ucap Hoseok sambil tersenyum. "Oh ada anggota baru rupanya?" Ucap Hoseok sambil melihat kearah Mina. "Mina Yeojachingu Jimin" Mina menuduk untuk menyapa Hoseok. Dia tersenyum melihat itu. "Jung Hoseok" balas Hoseok. "Jadi imo sudah bertemu dengan calon mantu yang kedua?" Taeyeon tersenyum canggung saat mendengar pertanyaan Hoseok. Sebenarnya bukan Mina yang ia harapkan tapi gadis lain. "Oleh-oleh untukku mana?" Tanya Aliya mengalihkan pembicaraan. "Ada dirumah" "Oppa membawakan aku apa saja?" Tanya Aliya dengan mata berbinar. "Banyak bahkan koper Oppa sampai tak muat dan harus diangkut oleh truk barang" Aliya tertawa saat mendengar ucapan Hoseok. Oh ya selama ini Hoseok menempuh pendidikan di China dan ia jarang pulang ke Seoul paling banyak hanya dua kali. Jadi wajarkan jika Aliya sangat manja pada Hoseok. "Aku tak melihat Hani" ucap Hoseok. "Dia menyusul Suho Oppa ke LA. Halmonie Hwang sakit" jawab Aliya saat Hani memberinya kabar. "Kapan acara kelulusanmu?" "Awal Oktober" jawab Aliya. "Masih lama ternyata" "Apa kau tahu sesuatu Hoseok-ah. Bayi kecil itu terus menangis saat kau tak pulang dihari Ulang Tahun-mu" ungkap Jin sambil terkekeh. "Oppaaa......" Aliya langsung berteriak saat mendengar ucapan Jin. Ia paling tak suka jika seseorang membahas Aib-nya. Hei itu jadi rahasia dan tak perlu diumbar. "Mianhae kau tahukan jika Oppa sibuk" ucap Hoseok menyesal. "Sibuk berkencan dengan Park Sooyoung maksudnya" Ucap Taehyung jail. "Atau Hoseok Oppa sibuk mencari adik baru disana? Aliya kan sangat jail maka dari itu Hoseok Oppa ingin mencari Maknae yang baru disana" Tambah Nida. "Atau Hoseok Oppa memang sibuk melupakan Maknae" ucap Lisa ikut-ikutan. "Yakh....hentikan ini....." Hoseok langsung berteriak karena dilihat jika mata Aliya sudah berkaca-kaca. Hoseok tak mau membuat adik kecilnya menangis. "Aku mau pulangggg ......Eommaaaaaaa ....huaaaaaa" mereka langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat Aliya menangis. Kabahagiaan tersendiri saat berhasil menggoda adik kecil mereka ini. Biasanya Aliya yang menjahili mereka dan giliran mereka balas dendam. "Kenapa kau menangis Baby apa yang diucapkan mereka tidak benar! Oppa sibuk kuliah disana" ucap Hoseok menangkan. "Benarkah Oppa sibuk kuliah?. Lalu ini apa?" Dengan jail Lisa menunjukkan foto Hoseok yang tengah bersama beberapa Yeoja dan itu tampak sedikit mesra. "Lalisa Jungggg......" teriak Hoseok kesal pada adik semata wayangnya. "Eommmmaaaaa.....aku mau pulanggggh" Aliya semakin histeris. Dan mereka samakin tertawa. Bahkan Taeyeon dan Jungsoo juga ikut tertawa dan tak berniat menghentikan kegiatan mereka. Jimin yang kesal saat melihat Aliya yang menangis karena digoda yang lain langsung bangkit dari duduknya. Ia langsung menghampiri Aliya dan menarik gadis itu kepelukanya. "Uljimaaa....mereka hanya bercanda! kenapa kau histeris begini?" Semua langsung diam saat melihat itu. Mina sendiri mengepalkan tanganya saat melihat bagaimana Jimin mengelus kepala Aliya penuh kasih sayang. "Mereka jahat padaku....hiks...." adu Aliya sambil terisak. "Uhhhh....pangeran berkuda putih datang menyelamatkan sang putri" ucap Lis jail. "Oppaaaa.........mereka" rengek Aliya. "Shuttt...nanti kau balas mereka. Sekarang kau berhenti manangis dulu" ucap Jimin sambil menarik Aliya kembali kepelukanya. "Kita selesaikan sarapanmu dulu" Aliya menurut saat Jimin kembali mendudukan dirinya. "Yakkhhhhhh.....kau pindah Jung" ucap Jimin sambil menyuruh Lisa pindah. "Aish menyebalkan" ucap Lisa sambil berdiri. "Sekarang selesaikan sarapanmu" Aliya langsung menuruti ucapanya Jimin. "Aku bingung dengan Maknae?" Semua langsung menoleh saat mendengar Chanyeol. "Sebenarnya kakak kandungnya itu Jin dan Taehyung atau Hoseok dan Jimin sih?" Tanya Chanyeol dan berakhir meledaknya tawa mereka. Karena dibandingkan dengan Jin dan Taehyung, Aliya lebih menurut pada Hoseok dan Jimin. "Sudahlah Yoelli nanti dia menangis lagi? Biarkan saja lagipula apa bedanya?. Bukankah itu membuktikan bahwa mereka saling menyayangi" ucap Jungsoo melerai. "Kau menyayangi Jimin Oppa, Maknae?" Tanya Lisa. "Tidak.." jawabnya judes. "Yakhh...kenapa?" Tanya Jimin kesal. "Karena kau tak bisa melihat. Matamu akan hilang jika tersenyum dan aku tak suka pria yang tak punya mata. Dan kau juga selalu mengacak-acak rambutku. Kau juga selalu menyebutku Bayi. Dan yang paling menyebalkan adalah kau sering menciumku tanpa ijin! Dan itu membuatku kesal setengah mati" teriak Aliya kesal. "Kau juga selalu tidur didadaku. Kau fikir itu tidak pegal?. Kau juga selalu memintaku menggendong mu dan kau fikir lenganku tidak keram eoh? Kau juga selalu menggunakan ponselku tanpa ijin. Bahkan kau juga sering mengacak-acak kamarku. Kau juga selalu memintaku menemanimu berbelanja. Jadi kita impas" balas Jimin tak terima. "Impas apanya? kau sering memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan kau tahu. Dulu kau memintaku bilang pada Eomma, jika aku yang merusakkan sepadamu padahal kau sendiri yang merusaknya! dihari kelulusanku kau juga merusak bunga yang akan diberikan Eomma padaku. Dan yang sial adalah kau selalu memintaku menemanimu saat para Eonni-Eonni genit itu mengejarmu dan berakhir aku yang menderita karena mereka terus membuatku menderita! Kau tahu tidak?" Tanya Aliya kesal. "Yakh kenapa kau jadi membahas masa lalu?" Tanya Jimin tak terima. "Kau yang mulai duluan tadi" ucap Aliya keras. "Aku menghentikan mereka yang menjahilimu dan kau bilang aku yang mulai?" Ucap tak percaya. "Salah sendiri kenapa kau sering membuatku kesal" balas Aliya tak terima. "Kesal dahimu. Justru kau yang membuatku kesal" Ucap Jimin mengingat kejadian awal. "Kau...kau...kau....kau..kau...." mereka saling menyalahkan dan tak mau mengalah. Semuanya justru tertawa terpingkal-pingkal dan tak berniat menghentikan kedua manusia ini. Mereka semua senang tapi tidak pada seorang gadis. Mina sedang mencoba menahan emosinya dari tadi. "Kau sering menciumku tanpa ijin" perkataan Aliya kembali tergiang diingatan Mina. Jadi kalian sudah pernah berciuman eoh? "PARK JIMIN PABOOOOOOOOO....." terikan lantang Aliya mengakhiri perdepatan ini. "Bwahahahahahhahhahahh" ***** "Panas?" Aliya mengangguk saat Jimin bertanya padanya. "Kenapa tak bawa topi tadi?" Tanyanya sambil memakaikan topi yang ia pakai pada Aliya. "Lupa" jawabnya sambil tersenyum. "Maknae Kajja" Aliya langsung berlari mengejar Jihyo. Jimin tersenyum akhirnya setelah beberapa minggu Aliya menghindarinya akhirnya Yeoja itu mau berbicara lagi denganya. Senang? Tentu saja! Dia sudah mengabaikan ku beberapa minggu yang lalu. "Kita kesana" ajak Jimin sambil merangkul Mina. Mina tersenyum samar. "Setidaknya kau tak melupakanku" monolognya dalam hati. Mereka tengah berada di Lotte Word saat ini. Dan semaunya ikut bahkan Taeyeon dam Jungsoo juga ikut. "Wae?" Tanya Hoseok pada Aliya yang tengah jongkok ditanah. "Capek..." Hoseok tersenyum. Tentu saja capek dari tadi gadis itu tak mau diam teris lari kesana kemari dan juga sibuk menaiki berbagai wahana. "Naiklah" perintah Hoseok sambil berjongkok didepan Aliya. Tanpa fikir panjang Aliya langsung melompat kepunggung Hoseok. "Kita makan dulu ini juga sudah siang! Sayang kau kenapa?" Tanya Taeyeon pada Aliya yang berada digendongan Hoseok. "Bayi kecil kita lelah imo" jawab Hoseok sambil tersenyum. "Kajjjaaa" *** Karena Aliya yang tak mau berjalan sendiri! mau tak mau mereka harus bergantian menggendong bocah itu. Setelah makan siang tadi kini giliran Jin setelah Jin adalah Taehyung dan selanjutnya adalah Chanyeol. "Aku sudah tak kuat Maknae" ucap Chanyeol sambil menurunkan Aliya. "Baiklah! sini naik ke punggung Appa" Aliya menggeleng saat mendengar Jungsoo memintanya naik kepunggungnya. "Wae?" Tanya Jungsoo bingung. "Appa sudah tua! Dan nanti Appa bisa sakit pinggang" jawabnya polos dan membuat yang lain tertawa. "Appa masih kuat Baby" Aliya tetap menggeleng tak mau. "Yakhh....Jim kau belum kebagian jatah menggendong Aliya jadi sekarang giliranmu" semua langsung menoleh kearah Jimin. "Aku juga?" Tanyanya polos. "Yakh...pinggangku sudah tak kuat lagi" ucap Jin. "Nanti Hoseok Hyung bisa semakin pendek jika Magnae memintanya menggendongnya lagi. Dan dari tadi kau belum kebagian jatah Hyung! jadi sekarang bagianmu" ucap Taehyung. Jimin tampak menghela nafas! Baru saja dia jongkok suara Aliya sudah menginstruksinya. "Tak perlu aku bisa jalan sendiri" semuanya langsung shock saat mendengar ucapan judes Aliya. Biasanya gadis yang paling muda diantara mereka ini paling suka jika digendong Jimin! Tapi sekarang lihatlah?. Suara ponsel yang berbunyi mengalihkam fokus mereka. Aliya langsung merogoh sakunya saat dirasa ponselnya bergetar. Tertera nama "Long Chuo" disana. "Wae Eonni?" "Kau dimana?" Tanya Tzuyu dari seberang. "Lotte Word. Wae?" "Aku mengadakan pesta" tawar Tzuyu. "Eodi?" "Tentu saja rumahku" "Yuta dan Ten ikut?" Tanya Aliya ingin tahu. "Taeyong, Mingyu, Jaehyun, Hoshi, Woozi, Wonwoo, Sungjae, dan Donghyuk Oppa juga ada" ucap Tzuyu memberitahu. "Jinjayooo? Ya tapi kau tak bohongkan jika Taeyong Oppa ikut?" Tanya Aliya tak percaya. "Kau bisa pastikan sendiri nanti. Cepat kemari" suruh Tzuyu kesal. "Ara! Aku akan segera berangkat. Anyeong" Aliya segera mematikan sambungan ponselnya. "Oppa mana kunci mobilnya?" Pinta Aliya tak sabar pada Jin. "Kau mau kemana?" Tanya Jin sambil mengambil kunci mobilnya yang ada disaku. "Tzuyu mengadakan pesta dan aku diundang. Cepat berikan aku sudah terlambat. Dan nanti kau pulang bersama Taehyung Oppa saja ya. Aku beragkat. Anyeong Eomma, Appa, Oppa, Eonni" Aliya langsung berlari keluar dari area Lotte Word. "Dia melupakanku lagi" gumam Jimin kesal. ***** Setelah ditinggal Aliya akhirnya mereka melanjutkan jalan-jalanya dan berakhir disungai Han sambil menikmati hidangan makan malam. "Maknae pasti menyesal karena meninggalkan kita" ucap Chanyeol berpendapat. "Menyesal apanya? Justru dia akan lebih menyesal jika tidak datang kepesta itu" ucap Taehyung sambil menunjukkan ponselnya pada yang lain. Mereka melihat foto Aliya yang tampak bersenang-senang dengan teman-temanya. "Taeyong masih saja suka menggoda adikku" ucap Jin menilai saat melihat foto Aliya yang tengah digendong yang sepertinya berputar-putar bahkan dalam foto itu tampak jika Taeyong menyandarakan kepalanya dibahu Aliya dengan manja dan masih banyak yang lain. "Dia belum menyerah rupanya" kekeh Nida sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya. Oh ya yang mengirim gambar ini adalah Tzuyu. Tentu saja tanpa sepengetahuan Aliya! Bisa gawat jika Aliya tahu kalau Tzuyu mengirim foto pesta mereka. Jimin yang penasaran langsung merebut ponsel Taehyung. Rahangnya mengeras saat melihat foto Taeyong yang tengah memeluk Aliya dengan mesra. "Sialan". *** "Oppa kau disini?" Tanya Aliya terkejut saat melihat Jimin yang berdiri didepan Appartemen-nya. Aliya memang sengaja pulang ke Appartement karena besok ia harus ikut Chaeyoung! Entah kemana ia sendiri tak tahu. "Pestamu menyenangkan?" Tanya Jimin datar. Aliya menghela nafas pelan. "Kita masuk dulu" ucap Aliya sambil membuka pintu Appartement-nya. "Mau minum apa?" "Tak perlu jika aku mau aku bisa membuatnya sendiri" ucap Jimin menolak. "Baiklah! Oppa mau apa kesini? Ada urusan pentingkah?" Tanyanya sambil duduk didepan Jimin. Bukannya menjawab Jimin justru memindahkan dirinya disamping Aliya. "Aku tak suka jika Taeyong menyentuhmu dengan seenaknya" Aliya menyeringit bingung saat mendengar ucapan tegas Jimin. "Oppa tahu dari mana?" Tanya bingung. Bukanya menjawab Jimin justru membelai wajah Aliya dengan lembut. "Aku tahu dari mana itu tak penting! Yang penting adalah jangan pernah membiarkan para Namja menyentuhmu! karena kau milikku" ucap Jimin tegas sambil menarik Aliya kepangkuanya dan mencium Yeoja ini dengan dalam. Aliya shock! bagaimana Jimin bisa berkata seperti itu padanya. "Eugghhhh......" lenguhan Aliya terdengar saat Jimin meraba punggungnya yang terbuka. Ia masih menggunakan dress yang dipinjamkan Tzuyu tadi. "Malam ini biarkan aku menyelesaikan semuanya" tanpa menunggu jawaban dari Aliya, Jimin langsung menggendong Aliya dan membawanya kekamar. T.B.C
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD