She Not angry

1315 Words
Happy Reading. Aliya tampak berjalan santai disepanjang koridor sekolahnya. Sesekali ia tersenyum saat para Hoobae menyapanya. "Noona...." Aliya menoleh saat mendengar suara seseorang yang memanggilnya. "Ohh....Waeyo Jisung-ah?" Tanya Aliya ramah. "Ehm apa Noona mau apaya~~~" Aliya terkekeh saat mendengar ucapan gugup Hoobae-nya ini. "Kau mau bicara apa? Jangan gugup begitu! lagi pula aku tak akan memakanmu hanya karena kau berbicara" candanya sambil mengacak-acak surai Jisung. Namja ini lebih pendek darinya. "Aku mau mengajak Noona makan malam! Noona mau?" Oh dari tadi ini yang ditakutkan bocah ini. Ajakan makan malam! Aliya fikir ajakan perang. "Kenapa kau mengajakku makan malam?" Tanyanya jail. Sebenarnya Aliya tahu jika Jisung menyukainya tapi ia pura-pura bersikap biasa saja agar bocah ini tak salah tingkah. Lucu melihat pipi laki-laki yang lebih muda darinya itu malu. "Kenapa ya?" Aliya tertawa saat melihat Jisung memikirkan alasan yang tepat untuk menjawabnya. "Aigo ury Jisungie sedang mencari alasan rupanya. Baiklah Noona akan makan malam dengan mu tapi bolehkan teman Noona yang lain ikut?" Tanyanya. "Jinjayo? Noona mau makan malam denganku? Tapi siapa teman Noona yang ikut? Jika Yuta dan Ten Sunbae yang ikut, ini bukan jadi makan malam yang menyenangkan bagiku tapi akan menjadi bencana" Aliya hanya geleng-geleng kepala saat mendengar ucapan polos Jisung. Yuta dan Ten memang sangat suka menjahili Jisung jadi wajar jika Jisung tak mau dirinya mengajak dua mahkluk itu. "Kau tenang saja aku hanya mengajak teman Yeoja-ku dan bukan dua mahkluk jadi-jadian itu" ucap Aliya menenangkan. "Jinjayo? Wah gumawo Noona!. Oh ya direstoran italia jam 7 ya!. Aku pergi dulu Noona, Anyeong" Aliya hanya tersenyum saat melihat Jisung berlari sambil jingkrak-jingkrak tak jelas. ^^^ "Kim...." Aliya kembali menoleh saat mendengar suara seseorang. Didepan kelasnya Jimin berdiri dengan penampilan acak-acakan dan wajahnya sedikit kusut. Kenapa dengan namja ini?. "Waeyo Oppa?" Tanyanya sambil menghampiri Jimin. Bukanya langsung menjawab Jimin justru menunduk. "Kau pasti marah padaku kan?" Aliya hanya diam! ia tahu maksud pria ini. "Sekali lagi aku kembali mengingkari janjiku!. Mianhae! sebenarnya saat itu aku mau berangkat, tapi Jackson tiba-tiba menelfonku dan mengatakan jika Mina masuk Rumah Sakit karena jatuh saat latihan. Aku langsung panik dan tanpa fikir panjang langsung menyusul mereka. Dan aku kembali melupakan janjiku" Jimin semakin menunduk ia tak bisa menatap wajah gadis ini. Ia sangat malu! Entah sudah berapa kali ia mengingkari janji yang ia buat pada gadis itu. Aliya tersenyum samar! ia menatap Jimin yang semakin menunduk. Mina lagi?. "Aku tak marah, lagi pula Mina Eonni adalah Yeojachingu Oppa, dia lebih membutuhkan Oppa dari pada aku. Lagipula itu hanya Drama Musical" Jimin langsung mengangkat wajahnya. Ia kira Aliya akan marah padanya tapi lihatlah!. bahkan gadis ini masih menyempatkan untuk tersenyum. "Kau tak marah?" Aliya kembali menggeleng. "Jinja?" Aliya menganguk dan itu membuat Jimim senang! tanpa fikir panjang ia langsung merengkuh gadis itu dalam pelukanya. "Gumawo Lil Princes kukira kau marah padaku! Aku tak bisa bayangkan bagaimana caraku untuk membujukmu jika kau marah lagi" Aliya hanya tersenyum samar. "Bagaimana jika kita makan malam saja!. Kali ini Oppa janji pasti akan datang!. Kau mau ya?" Tanya Jimin setelah melepaskan pelukanya. "Mianhae aku tak bisa" tolakan Aliya membuat Jimin kecewa. "Waeyo?" Tanya Jimin kecewa. "Aku sudah ada janji makan malam dengan yang lain tadi" ucap Aliya menyesal. "Dahyun, Tz..." "Jisung. Dia lebih dulu mengajakku makan malam. Mianhae Oppa" Jimin langsung menatap Aliya. "Siapa itu Jisung?" Tanyanya menyelidik. "Hoobae-ku" jawab Aliya jujur. "Tidak bisakah kau membatalkanya?" Aliya menggeleng saat mendengar permintaan Jimin. "Aku tidak bisa! lagipula aku tak terbiasa mengingkari janji yang sudah kubuat!. Sekali lagi mian Oppa. Aku masuk dulu ya" Aliya langsung meninggalkan Jimin. Ditempat yang sama Jimin masih mematung. "Lagipula aku tak terbiasa mengingkari janji yang kubuat" perkataan Aliya seolah menamparnya. Secara tidak langsung gadis itu menyindirnya yang sering mengingkari janji yang ia buat. "Sifat ramahmu jauh lebih membuatku takut Lil Princes" monolog Jimin. Dibalik pintu Aliya terseyum samar saat melihat Jimin yang masih berada diposisi semula. "Bukankah ini pilihanmu? Maka nikmati saja" gumam Aliya sambil tersenyum tipis. **** Hari itu tiba dimana acara amal yang dilaksanakan oleh Universitas Kyunghee disalah satu gedung di Seoul. Aliya datang dengan yang lain, orang tuanya tak ikut karena urusan pekerjaan dan Jin tengah merawat Jihyo yang sedang sakit. "Kita duduk disana" Aliya mengikuti langkah Yeri yang berjalan didepan. Meja mereka terletak pada barisan paling depan dan kursinya berjumlah 6 tepat. "Ini acara yang besar" nilai Dahyun. "Tapi lebih besar hati Maknae kukira" Aliya hanya tersenyum saat mendengar sindiran halus Tzuyu. "Come on Girs! Kita disini bukan untuk membahas masalalu" Tzuyu memutar bola matanya jengah. "Terserah" Aliya terkekeh saat mendengar ucapan kesal Tzuyu. "Acaranya mau dimulai" kompak mereka langsung menatap panggung. **** Sorakan penonton mulai memenuhi gedung tersebut. Mereka begitu takjub pada penampilan yang disuguhkan oleh anak-anak Dance Kyunghee. "Yayayayayaya...." ke-6 gadis berbeda marga itu berteriak saat salah seorang penari melompat dari panggung dan jatuh tepat didepan Aliya dan jangan lupakan sebuah mawar yang ia ulurkan pada Aliya. Jackson adalah orang itu. "Untukku?" Jackson mengangguk sambil tersenyum. "Gumawo" ucap Aliya sambil menerima mawar yang diberikan Jackson. "Yakhhhhhj......" mereka ber-5 kembali berteriak saat Jackson mencuri sebuah ciuman dipipi Aliya dan langsung melompat kembali kepanggung. "Cieeee.....sudah dapat mawar dapat ciuman juga" Aliya tersenyum saat mendengar ia digoda yang lain. "Sudahlah kita lanjutakan melihat ini" ucapnya mencoba mengalihkan pembicaraan. Aliya tak sadar jika salah satu dari penari yang ada dipanggung sedang menatap tajam dirinya. Jimin mengepalkan tanganya hingga urat nadinya terlihat! ia tak bisa menerima ini! Bagaimana bisa Jackson mencium Aliya didepan banyak orang? Tidak! hanya dirinya yang boleh mencium Aliya dan bukan orang lain bukan. *** "Chukae Oppa kau benar-benar hebat tadi" mereka ber-6 langsung menuju belakang panggung untuk menemui Taehyung yang juga ikut berpartisipasi. "Bagaimana rasanya dicium Jackson tadi Maknae?" Pipi langsung merona saat mendengar godaan kakaknya. "Uhhh...sepertinya aku akan dapat adik ipar dari Hongkong" "Boleh juga! Kita bisa jalan-jalan Ke Hongkong dengan gratis jika begini" "Uhhh bukankah tadi dia sangat seksi" "Dan juga sangat Manly kukira" mereka ber-5 juga ikut menggoda Aliya. Dan itu semakin membuat Aliya malu. "Hentikan...jangan lagi membahasnya" ucap Aliya kesal. "Waeyo? Apa kau mau kucium lagi?" Aliya menoleh saat mendengar suara Jackson. Detik berikutnya ia memukul pria Wang itu dengan tas yang ia bawa. "Yayayayayya...sakit Aliya..." "Rasakan ini...rasakan..ini hukuman untukmu karena menciumku tanpa ijin rasakan" Aliya terus memukul Jackson secara bruntal dan itu membuat yang lain tertawa tanpa berniat menghentikan Aliya. Jimin tersenyum miris saat melihat Aliya yang tengah bercanda dengan Jackson dan Taehyung. Aliya menghindarinya itulah yang terjadi. Akhir-akhir ini Gadis itu selalu menolak ajakanya!. Entah makan malam, jalan-jalan, belanja atau sekedar menginap dirumahnya. "Aku tak enak jika mengiyakan ajakan Oppa. Lagipula Oppa sudah memiliki kekasih jadi dari pada Oppa mengajakku lebih baik Oppa ajak Mina Eonni saja" itulah jawaban yang selalu ia terima saat mengajak Aliya pergi. Bahkan akhir-akhir ini Aliya sering mengabaikan panggilanya. Jimin tentu saja sadar akan hal itu. "Jim..." Jimin langsung berbalik saat seseorang menupuk pundaknya. "Kau oke?" Jimin mengangguk singkat saat Mina bertanya padanya. "Kajja kita bergabung dengan mereka" tanpa meminta persetujuan Jimin, Mina langsung menarik Jimin untuk bergabung dengan Jackson dan yang lain. "Kalian datang?" Mereka ber-8 menoleh saat mendengar suara Mina. "Kami diundang jadi pasti kami datang" ucap Tzuyu datar. "Ohhh...apa kalian menikmati pertunjukan tadi?" Tanya Mina lagi. "Lumayan" Ucap Yeri dingin. Aliya sendiri hanya menatap biasa kearah mereka berdua. Dilihatnya Jimin yang menunduk dan Aliya tentu saja tak tahu alasanya. "Oppa aku lapar" mereka menoleh saar mendengar suara Aliya. "Dasar gadis manja" monolog Mina dalam hati. "Kita makan malam dulu eoh lagi pula Oppa juga belum malam. Hyung kau ikut?" Tanya Taehyung pada Jimin. "Kami ikut" Mina tiba-tiba menyela dengan cepat. "Tak ada yang mengajakmu...akhhhh" Hani memekik karena Aliya menginjak kakinya. "Sakit bodoh" "Diamlah" ucap Aliya kesal. "Baiklah kajja kita berangkat" Taehyung langsung merangkul Aliya dan yang lain juga langsung mengekor dibelakang. "Kajja Jim" Jimin pasrah saat Mina menariknya untuk mengikuti yang lain. "Aku lebih suka melihatmu marah atau apa saja dari pada melihatmu yang bersikap tidak papa dan menghindariku" T.b.c
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD