Happy Reading.
Ke-5 gadis itu menatap fokus pada sesosok gadis yang tengah sibuk memainkan Handphone-nya. Tampak raut kesedihan tercetak jelas di wajah ke-5 gadis itu.
"Lalu bagaimana dengan kami?" Tanya Hani.
"Kalian kenapa? Bukankah Tzuyu Eonni akan kembali ke Taiwan. Yeri dan Hani akan ke China. Chaeyoung dan Dahyun Eonni akan ke Jepang. Apanya yang bagaimana?" Tanya Aliya bingung.
"Tapi itu tahun depan kau..." Dahyun tak bisa meneruskan ucapanya.
"Ayolah ini hanya untuk beberapa tahun. Kita pasti akan bertemu lagi. Justru seharusnya aku yang sedih karena kalian yang akan meninggalkanku" ucap Aliya.
"Ini berbeda" Gumam Chaeyoung tak terima.
"Aku akan sering mengunjungi kalian" ucap Aliya sambil tersenyum.
"Janji?" Aliya mengangguk saat mendengar pertanyaan Yeri.
"Kami menyayangimu Baby Gembul" mereka ber-6 akhirnya berpelukan.
"Wahhh..bolehkah kami ikut?" Mereka ber-6 menoleh saat mendengar suara seseorang. Yuta dan Ten berdiri sambil tersenyum dengan posisi tak jauh dari mereka.
"Tidak ini untuk para Yeoja saja" ucap Chaeyoung judes.
"Yahhhh....sayang sekali" mereka ber-6 langsung tertawa terbahak-bahak saat melijat ekspresi kecawa dua manusia aneh itu.
***
Mina berdiri dengan gelisah disudut ruangan Dance. Matanya bergerak kesana kemari untuk mencari suatu objek untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Aku tengah menjalin hubungan dengan Jimin. Aku tahu jika kalian sangat dekat bahkan saat kalian masih bayi. Tapi saat ini kalian sudah sama-sama tumbuh dewasa dan hubungan itu agak sedikit mengganggu. Mungkin kalian berfikir itu hanya sebatas hubungan kakak adik. Tapi melihat bagaimana ibu Jimin menyayangi-mu tak menutup kemungkinan jika dia juga mengingingkan kau bersanding dengan Jimin kelak. Dan sudah pasti dia akan menolakku. Kami bukan menjalin hubungan ini atas dasar main-main. Aku mencintainya sangat tulus. Dia adalah namja pertama dalam hidupku. Dan kurasa kau juga tahu jika aku adalah Yeoja yang pertama bagi Jimin. Jadi kumohom bisakah kau memjaga jarak darinya. Karena kedekatan kalian sangat menggangguku. Aku cemburu saat Jimin lebih mementingkan dirimu dari pada aku padahal sudah jelas jika aku adalah Yeojachingu-nya. Aku melakukan ini hanya untuk melindungi hubungan kami Aliya-shi dan kumohon pengertianmu"
Mina semakin gugup saat mengingat ucapanya beberapa hari yang lalu pada Aliya. Bodoh seharusnya ia tak melakukan itu. Bagaimana jika Aliya mengadukan kelakuanya pada Jimin. Ia tak yakin jika pria itu masih bersedia mempertahankan hubungan mereka saat ini.
"Apa kau merasa terganggu dengan kehadiranku Eonni? Aku tahu kau pasti tahu tentang kebenaran perasaanku pada Jimin Oppa. Aku akui kecemburuan-mu memang masuk akal. Mana ada seorang Yeoja yang mau melihat Namjachingu-nya yang jalan-jalan atau sekedar makan malam dengan Yeoja lain. Tapi bolehkah aku bertanya padamu? Apa salah jika aku menuntut kehadiran Jimin Oppa disampingku. Jauh sebelum kau menganalnya aku lebih sudah lebih dulu mengenalnya. Aku sadar bahwa sebuah hubungan akan renggang saat orang lain masuk kehubungan tersebut. Lalu apa kau mau bertanggung jawab saat hubungan ku dan Jimin Oppa berakhir. Kau tak perlu mendekteku aku tahu mana yang baik dan bukan untukku. Aku tak masalah jika Jimin Oppa lebih memilihmu dari pada aku. Dia sudah berulang kali mengecewakanku. Bahkan dia juga sudah berulang kali meningkari janjinya padaku. Tapi ingat lah jika kau memintaku menjauhinya justru dia yang akan semakin mendekat padaku" perkataan Aliya kembali membuat Mina takut. Jimin akan semakin mengejar Aliya jika Aliya menjauhinya dan itu sudah bisa dipastikan.
"Aku harus bagaimana?" Ucapnya frustasi.
^^^^
"Hayoooo" Aliya tersentak saat seseorang mengagetkanya.
"Melamunkan aku Nona Kim?" Aliya mendengus saat mendengar ucapan Jimin.
"Menyebalkan" gumamnya.
"Kenapa kau hanya berdiri Min. Duduklah" Aliya melirik datar kearah Mina. Dia tak berniat menyapa Yeoja Jung itu.
"Kau sendirian?" Tanya Jimin.
"Anio yang lain belum datang" jawabnya datar.
"Kenapa dengan mu?" Tanya Jimin heran.
"Ishh....lepaskan" ucap Aliya kesal karena Jimin memainkan rambutnya. Dan itu tak luput dari pandangan Mina.
"Kau cantik" puji Jimin.
"Hei...Orange Hair kau memuji yeoja didepan Yeojachingu-mu. Mau mati oeh?" Tanya Aliya sinis.
"Kau ini bicara apa?" Tanya Jimin mengalihkan pembicaraan.
"Sudah pesan?" Aliya menggeleng.
"Min pesanlah" Mina mengangguk saat mendengar perintah Jimin.
"Aku pesan dua sallad buah dua orange juice dan dua cheese cake. Min kau pesanlah" Mina menyeringit saat mendengar pesanan Jimin yang begitu banyak.
"Kau menghabiskan semuanya?" Tanyanya pada Jimin.
"Itu untukku dan Maknae" jawab Jimin sambil mencubit pipi Aliya gemas. Mina tersenyum miris benar jika Aliya menjauh Jimin lah yang akan mendekat dan itu justru berakibat fatal baginya.
"Aku Lemon Juice dan Banana Cake saja" jawab Mina.
"Maknaeee......" Aliya menengok kebelakang saat seseorang memanggilnya. Hani, Yeri, Tzuyu, Chaeyoung dan Dahyun baru masuk ke Caffe ini.
"Kalian kenapa?" Tanyanya karena melihat ke-5 wajah gadis itu kesal.
"Yuta dan Ten berbuat ulah lagi. Mereka benar-benar menyebalkan" gerutu Yeri tak jelas.
"Apalagi?" Tanya Aliya jengah. Belum sempat mereka menjawab dua orang pria yang tengah mereka bicarakan masuk ke Caffe ini dengan tergopoh-gopoh.
"Yakh kenapa kalian meninggalkan kami" itu suara Yuta.
"Berisik" gerutu ke-5 nya.
"Duduklah Yuta-shi, Ten-shi" ucap Aliya ramah.
"Kau sakit?" Tanya Hani sambil memegang kening Aliya.
"Aku baik-baik saja" jawabnya sambil tersenyum.
"Kalian cepat pesan aku dan yang lain sudah pesan" ucap Aliya mengistruksi.
***
Mina menatap Aliya dan Jimin dengan pandangan menilai. Disana Jimin dan Aliya tampak saling kejar-kejaran menghindari terjangan ombak tawa tercipta dari kedua bibir mereka. Setelah makan tadi seseorang yang bernama Yuta menyarankan untuk pergi ke Pantai dan hebatnya yang lain menyetujuinya. Dan mau tak mau Mina juga ikut. Ia tak akan membiarkan Jimin dan Aliya tanpa pengawasan.
"Oppaaa.....Geumanhaeyoo.....hahahahaha" Aliya terus menjerit sambil tertawa saat Jimin mengelitik tubuhnya.
"Kau harus memohon dulu padaku" ucap Jimin yang masih menggelitik Aliya.
"Yakhhh....Park Jimin...kau....hahah...mau....membunuhhh....kuuuuu......atghhhhhhh" Aliya terus berteriak meminta Jimin berhenti.
"Bukankah mereka serasi?" Mina menoleh saat mendengar suara gadis yang bernama Tzuyu.
"Apa yang kau bicarakan Tzuyu-shi?" Tanyanya tak suka.
"Aku tahu kau meminta Aliya untuk menjauhi Jimin Oppa" perkataan Tzuyu membuat Mina terkejut.
"Tak perlu kaget Mina-shi. Aliya bukan orang yang senang menyebarkan aib orang lain. Dia memang tak bercerita pada kami. Tapi kami juga bukan orang bodoh. Tidak kah kau melihatnya. Jimin Oppa memang kekasihmu tapi ikatan itu tak berarti kau bisa menjauhkan mereka. Hubungan kalian bisa hancur jika kau terus bersikap egois seperti ini. Aliya juga tak berniat memisahkan kalian. Dia cukup tahu posisinya dihidup Jimin Oppa. Batasan yang kau buat justru akan merugikanmu. Aku bukanya menyalahkan mu wajar jika seorang Yeoja tak suka bila Namjachingu-nya dekat dengan Yeoja lain aku pun sama. Tapi coba lihat dari posisi yang mereka jalani saat ini. Mereka masih bersikap wajar layaknya kakak adik. Mereka tak melakukan hal yang menjerumus keperselingkuhan. Jika pun Aliya benar-benar memiliki keinginan untuk memiliki Jimin Oppa dia cukup bilang pada Taeyeon imo dan sudah pasti dia akan mendapatkan apa yang dia ingingkan. Tapi Aliya bukanlah orang yang picik dia tak akan memanfaatkan seseorang untuk kepentinganya sendiri. Jadi berhenti menyuruh Aliya untuk menjauhi Jimin Oppa atau kau akan menyesal" Mina termenung apa yang dikatakan Tzuyu memang benar. Jika Aliya ingin memiliki Jimin dia tinggal bilang tapi Yeoja itu tak melakukanya. Pandangan Mina kembali fokus pada mereka berdua. Jimin tampak masih bercanda dengan Aliya. Bahkan ia bisa melihat jika Jimin tampak menggendong Aliya sambil tertawa senang.
"Aku salah berfikir. Posisi Aliya jauh lebih tinggi dari pada posisiku dihati Jimin. Aliya adalah yang utama bagi Jimin dan aku tak akan bisa mengubahnya sampai kapanpun" gumam Mina nanar.
T.b.c