bc

ART Di Rumah Mantan

book_age18+
35
FOLLOW
1K
READ
revenge
love-triangle
escape while being pregnant
forced
opposites attract
badboy
kickass heroine
boss
heir/heiress
drama
bxg
rejected
musclebear
assistant
like
intro-logo
Blurb

Karina bercerai dengan suaminya setelah memergoki perselingkuhannya, tapi setelah itu bukannya merasa bersalah, Gara justru menghinanya. Dia mengamuk dan mengancam Karina. Memastikan hidup mantan istrinya itu menderita tanpa disisinya dan benar saja setelah resmi bercerai, Gara bukan cuma membuat Karina dipecat dari pekerjaannya, tapi juga mem-blacklist nama Karina. Sehingga mantan istrinya itu kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak, dan akhirnya karena tidak punya pilihan Karina terpaksa menjadi Asisten Rumah Tangga atau ART. Sayangnya Karina juga harus berakhir menjadi ART di rumah mantan suaminya itu.

chap-preview
Free preview
Bab 01. Perpisahan dan Pertemuan
"Pulanglah dan jangan banyak bertingkah Karina, kau tidak berhak ikut campur dengan urusanku!" tegas Anggara atau lebih sering dipanggil Gara. Dia adalah CEO di perusahaan yang sama Karina bekerja, tapi bukan hanya itu. Gara juga merupakan suaminya. Mereka menikah karena kesepakatan bersama, atau tepatnya Gara melamar Karina waktu itu supaya bisa mengesahkan harta warisan. Sementara itu disisi lain, Karina diam-diam mencintainya. Sehingga meski dimanfaatkan, dia tetap tidak melewatkan kesempatan untuk memiliki pria yang disukainya. Namun, sekarang dia sepertinya menyesali keputusannya itu. Karena bahkan saat barusan Gara bicara dia tengah merapihkan pakaiannya, dan bukan hanya mereka berdua di sana. Dari sudut matanya Karina melihat jelas bahwa ada sosok wanita yang berbaring di atas ranjang. Menyamping dan membelakangi Karina sampai dia tak bisa menatap wajahnya. "Tapi apa yang barusan kamu lakukan dengan wanita itu, siapa dia?" Dengan perasaan kalut akhirnya pertanyaan itu berhasil meluncur dari bibir mungilnya. Barusan dia habis memergoki kebersamaan suaminya sendiri dengan wanita lain. Namun, Karina masih saja bodoh dan berusaha berpikir positif. Mungkin saja dia yang salah paham. Namun, kalimat Gara selanjutnya yang terus terang langsung membuatnya tak bisa mengelak lagi. "Apa kau bodoh Karin? Aku habis bersenang-senang dengan wanita itu. Pergilah, dan jangan menggangguku lagi!" tegas Gara menaikan nada suaranya. "Tapi aku istrimu, bagaimana kamu tega melakukan hal seperti ini padaku?!" ucap Karina dengan sarkas. "Kau cuma istri di atas kertas. Ingat kesepakatan kita, pernikahan kita cuma sebatas simbolis mutualisme. Aku memberimu status, kekayaan dan kau cukup menjadi istriku!" tekan Gara tak mau kalah. Karina merasa seperti ditampar. "Tapi tetap saja aku adalah istrimu, dan aku sudah menyerahkan seluruh hidupku padamu. Aku juga membantumu mendapatkan harta warisanmu, tapi kenapa kamu melakukan hal seperti ini?" Perasaan kecewa dan hancur, bercampur dan seolah menghimpit dad* Karina sampai dia merasa sesak. Dia sudah berusaha menjadi istri yang terbaik, dan berusaha merebut perhatian suaminya, tapi setelah hampir satu tahun menikah, pria itu bukan cuma berselingkuh, namun juga memperlihatkan seberapa tidak berartinya Karina. Sampai akhirnya sosok di tempat tidur tampak bergerak gelisah, Gara meraih pergelangan tangan Karina dan menyeretnya keluar. "Pulang! Sudah kubilang jangan campuri urusanku jika kau masih mau menjadi nyonya Anggara dan menikmati hidup enak dengan menjadi istriku!" ancam Gara saat mereka sudah di luar kamar. Karina merasa miris sekali. Bahkan demi tidak mengganggu selingkuhannya, Gara menyeretnya keluar. Sungguh pria itu sangat memperhatikan wanita lain daripada istrinya sendiri. Karina sepertinya memang tidak ada apa-apanya bagi Anggara. "Mas ak--" "Pulang Karina, apa kau tidak mendengarku?!" "Tapi aku mau bercerai!" Gara tampak terkejut dan mengerutkan dahi sambil memperhatikan Karina, tapi kemudian dia justru tersenyum miring. Menatap Karina sinis lantas meraih dagunya sebelum kemudian mencengkram rahangnya keras. "Apa kau lupa, aku paling tidak suka main-main. Aku benci omong kosong Karina!" tekan Gara. "Ta--tapi aku serius!" jawab Karina sedikit terbata karena rahangnya masih di cengkram keras oleh Gara. Brugh! Dia langsung didorong oleh Gara yang otomatis melepaskan cengkeramannya. Karina tidak jatuh, tapi tubuhnya cukup merasa sakit karena terbentur tembok. "Kau mau cerai hah?!" Gara seperti naik pitam dan mengangguk-anggukkan kepala. "Baiklah, jika itu maumu. Kau pikir hidupmu akan enak jika tidak bersamaku. Dengar Karina setelah kita bercerai aku pastikan kau akan melarat dan mengemis kembali padaku!" Setelah kejadian itu, Gara memecat Karina bahkan mem-bloklist nama Karina dari beberapa perusahaan sehingga wanita itu kesulitan mencari kerja. Namun, masalah Karina seperti tidak ada habisnya. Setelah perceraian, dia juga kabur bersama sepupunya Rara. Mereka kabur lantaran Rara dipaksa menikah oleh orang tuanya. Padahal gadis itu baru berusia delapan belas tahun dan baru saja lulus SMA. Karina yang perduli tentu saja tak membiarkan sepupunya sendiri, tapi sekarang karena hal itu masalahnya semakin banyak. "Kak ... aku udah nemuin pekerjaan yang tepat untuk kamu dan kali ini tidak usah khawatir, karena aku yakin, kakak pasti keterima!" ungkap Rara dengan serius dan cukup meyakinkan. Karina cuma mendesah dan tampak tak semangat, dia sudah nyaris putus asa soal pekerjaan. Kali ini pun sama, dia merasa tidak ada harapan. "Ayolah! Jangan seperti itu, percaya sama aku. Kali ini kamu pasti diterima!" ucap Rara meyakinkan. "Tapi apa, Ra. Kamu yang serius, aku udah sadar kayaknya mantan suamiku udah blacklist namaku. Makanya, aku langsung ditolak," jelas Karina diambang kepasrahan. "Duh, gini nih, punya kakak yang putus asa! Susah dibilangin, huh!!" Rara sedikit mengomel, tapi kemudian menyerahkan sebuah brosur yang langsung di terima Karina. "Menjadi pembantu? Kamu yang serius, dek ...." Rara langsung melipat tangan di depan dad*, sembari menatap Karina dengan tatapan yang meyakinkan. "Bukan pembantulah, tapi asisten rumah tangga, dan yang terpenting gajinya lumayan daripada kamu terus-terusan kerja paruh waktu di kasir toko!" jelas Rara mencibir Karina. "Ck, perasaan sama saja, dan masa iya dari asisten CEO malah berakhir jadi asisten rumah tangga?" ucap Karina tak habis pikir. "Nah, itu dia. Sama-sama masih asisten. Udahlah, kak ... daripada pusing dicoba dulu!" saran Rara. Karina pun setuju setelah didesak beberapa kali. Beberapa waktu kemudian dia sudah diterima oleh penyalur jasa asisten rumah tangga yang adiknya rekomendasikan, lalu melakukan pelatihan sebelum kemudian kontrak setahun dan memulai kariernya sebagai ART. Sampai di sana Karina tidak ambil pusing, apalagi Rara terus-menerus meyakinkannya. Namun, sesampainya di tempat kerja, barulah Karina menyadari sesuatu yang salah dan menyesal. "Jadi, begini hidupmu sekarang Karina. Lucu sekali! Aku pikir kau benar-benar meninggalkan aku, tapi ternyata kau sedang berencana mendekatiku kembali dengan menjadi asisten rumah tangga!" cibir Gara sinis dan percaya diri. "Jaga omonganmu bajing*n, siapa juga yang mau mendekati sampah sepertimu. Aku muak, bahkan jijik melihat wajahmu!" balas Karina langsung mengecam Gara. Hal itu pun membuat Gara terkejut, tapi dia juga menjadi gusar serta tak terima dengan ucapan dan gaya bicara Karina. Dimana sosok mantan istrinya yang lemah lembut dan mencintainya. Baru beberapa bulan menghilang, wanita itu sudah berubah seperti sosok yang asing. "Hampir setahun tidak bertemu sekarang kau menjadi lebih berani, tapi baiklah kamu mungkin masih kesal padaku!" ucap Gara angkuh. "Dengar Karina kau tidak perlu melakukan hal segila ini dan tidak harus jadi pembantu. Cukup sesali kesalahanmu dan minta maaf, aku akan melupakan semuanya dan kita bisa menikah lagi!" lanjut Gara dengan angkuh. "Kalau begitu aku lebih baik tidak minta maaf, dan tidak sudi menjadi pembantumu. Kau pikir aku sudi melakukan itu? Huhh ... lebih baik aku mati kelaparan dijalanan, daripada menjadi keduanya!" balas Karina dengan tak mau kalah. *****

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.3K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.8K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.1K
bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.3K
bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.1K
bc

Silakan Menikah Lagi, Mas!

read
13.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook