Bab 124

4796 Words

Sore harinya .... Sebuah mobil sport hitam mewah meluncur pelan memasuki pelataran luas berkonsep Jawa-Kolonial milik kakek Respati—Hanggara. Rumah kediaman Hanggara selalu memancarkan aura ketenangan kuno yang mengintimidasi. Pohon-pohon beringin tua dan aroma kayu jati yang terbakar pelan menyambut langkah Respati saat ia berjalan menyusuri selasar menuju pendopo belakang. Di sana, di atas kursi goyang kayu jati ukir, Hanggara sedang duduk santai. Pria tua yang menjadi fondasi utama dinasti Keluarga Hanggara itu mengenakan batik kain sutra gelap, menggenggam cangkir teh poci hangat di tangannya. Meskipun usianya sudah senja, sorot mata Hanggara masih sangat tajam dan berwibawa—tipe penguasa yang sanggup membaca pikiran orang lain hanya dari cara berjalan mereka. Respati mendekat, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD