Di rumah sakit .... Aira sudah sadar dari satu jam yang lalu. Kini ia ditemani oleh Rivanda yang kebetulan jadwal kerjanya belum dimulai. Wanita itu duduk di sampingnya dengan wajah hangat. "Masih ada yang sakit?" Rivanda bertanya, penuh perhatian. Mengangguk, satu tangan Aira memegangi perutnya. "Perutku masih sakit banget, Dok." Rivanda menyentuh dan memijat pelan perut Aira. Ia menelitinya sebentar, sebelum kembali menampilkan senyuman saat menatap Aira. "Obatnya sudah diminum?" Aira menggeleng. "Belum, Dok." Helaan napas terdengar. Rivanda mengedarkan pandangan. Namban berisi makanan yang diberikan oleh rumah sakit masih utuh, tanda bahwa Aira memang belum memakannya. "Ares ke mana?" Rivanda kembali bertanya setelah memandang Aira lagi. Menggeleng, Aira hanya menghela nap

