Bab 25

3145 Words

"Masih belum puas kasih hukuman ke aku, Mas?" Aira berujar sesak. Suara paraunya hampir tak terdengar, tenggelam oleh napas yang tersengal. Perempuan itu memejamkan mata beberapa kali, dan setiap kali terbuka, air mata kembali jatuh tanpa bisa ia kendalikan. Respati tertegun sejenak. Tatapannya yang tajam bergerak perlahan menyapu wajah Aira yang setengah tertutup oleh lengannya. Ia menangkap detail kecil yang tak luput—dagu yang terekspos, kulitnya yang seputih susuu, garis halus yang terbentuk di tengahnya. Mata sembab itu merah di bagian kelopak, meninggalkan jejak kelelahan yang jelas. Tanpa mengatakan apa pun lagi, Aira beranjak. Langkahnya goyah, tetapi ia tetap memaksakan diri menuju kamar mandi. Pintu ditutup keras hingga menimbulkan bunyi debam yang nyaring, memantul di dalam ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD