Bab 24

3471 Words

Tujuh hari kemudian .... Aira duduk di hadapan Rivanda dengan senyum lebar yang sulit disembunyikan. Wajahnya tampak lebih segar dibanding beberapa hari lalu, meski sisa kelelahan masih tersimpan di matanya. Hari yang ia tunggu-tunggu akhirnya tiba—hari di mana ia bisa keluar dari ruang rawat yang selama ini terasa menyesakkan. “Jadi, aku beneran udah bisa pulang, Dok?” Rivanda mengangguk pelan, dibarengi seulas senyum tipis yang profesional. Ia meraih selembar resep dan menyodorkannya ke arah Aira dengan gerakan tenang. “Iya, kondisi kamu sudah lumayan membaik. Tapi, dengan syarat kamu harus jaga pola makan dan nggak boleh stres, ya.” Anggukan Aira datang cepat, penuh semangat. Respons itu membuat Rivanda tersenyum puas sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya pada Respati yang sejak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD