Bab 194

4805 Words

Pagi hari .... Aira perlahan membuka matanya. Kelopaknya yang masih bengkak dan berat mengerjap beberapa kali. Ia berusaha menyesuaikan diri dengan rasa pening yang masih tersisa di kepala. Dalam beberapa saat, kesadarannya perlahan terkumpul. Ia degan cepat menggeser posisi duduknya dari atas sofa. Matanya menyapu sekeliling. Kasur besar di tengah ruangan sudah kosong, spreinya telah dirapikan. Bantal sudah dalam posisi tertata. Dan, hal yang paling membuat napasnya tertahan adalah ... Kallandra tidak ada di sana. Tepat saat Aira hendak berdiri, engsel pintu kamar bergerak. Pintu terdorong terbuka, menampilkan sosok Kallandra yang melangkah masuk. Pria itu sudah mengenakan kemeja santai berwarna gelap yang dikancingkan rapi, menutupi balutan kasa tebal di daada kirinya. Wajahnya masi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD