Bab 92

2455 Words

Respati terkejut dengan kulit dingin yang ia sentuh. Untuk kali pertamanya, ia menyadari bahwa Aira tidak mengenakan pakaian tertutup. Bagian punggungnya yang dipenuhi bekas luka terekspose, meski pria tersebut tidak bisa melihatnya jelas. Kondisi cahaya yang minim membuat pandangan itu memiliki batas. Apalagi pengaruh minuman alkohol membuat mata Respati terasa lumayan berat. Ia kesusahan melihat dengan jelas bagaimana wajah dan bentuk tubuh perempuan itu. Jari-jemari Respati bergerak menyusuri perlahan. Dari punggung, tangannya tergerak ke bawah, menyentuh pinggang, kemudian pahanya. Mata pria tersebut melebar, cukup terkejut ketika ia bersentuhan dengan kulit Aira. Perempuan itu rupanya benar-benar mengambil kesempatan untuk memakai dress pendek karena posisinya tidur sendiri di k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD