*Alana Aku berjalan perlahan, ketika kakiku mulai menghampiri rumah ini. Bahkan untuk masuk ke dalam rumahku sendiri.... tepatnya rumahku dan Alexander, aku harus berhati-hati. Kuputar mataku ke segala arah, terlihat sepi. Entah ke mana perginya orang-orang itu. Aku menatap jam di tanganku, oh, pantas saja. Mereka pasti sedang menikmati hidangan makan siang. Dan ini merupakan keberuntunganku. Dengan senyum di bibir, akupun melangkah masuk dan setelah berjalan mengendap di ruangan-ruangan yang luas ini, akupun sampai di depan pintu kamarku. Ceklek...... "Nyonya," Baru saja aku akan membuka pintu, suara seorang pelayan yang sangat kukenal berada tepat di belakangku. Dengan sikap tenang, akupun berbalik, menatap pelayan yang tak lain adalah Diana. "Ada apa?" Kataku dengan suara tegas

