"Seperti Alana yang sekarang, Alana yang tidak memiliki ambisi." Kata Alexander dengan menatap mataku. "Ucapan itu, kenapa begitu ringan keluar dari mulutmu?" "Apa kau marah?" "Tidak, hanya saja itu terdengar menyakitkan." Kataku dengan tersenyum. "Oh, maaf kalau aku salah. Jadi, beritahu aku apa ambisimu, sayang?" "Sama sepertimu, Alex. Aku juga suka dengan kedudukan dan uang. Karena dengan itu, aku bisa memiliki segalanya. Rasa hormat serta kekuasaan. Aku dapat mengatur semua orang, bukankah itu membuat kita senang?" Alexander mengernyit, wajahnya tiba-tiba berubah, terlihat tidak senang dengan ucapanku itu. "Apa kau sedang menyindirku, Alana?" "Sama sekali tidak, tapi maaf kalau itu membuatmu tersinggung. Tapi, ada hal yang ingin kutanyakan padamu. Aku tidak melihat Temp beb

