Episode31

1005 Words

Temp tersenyum kecil, menatapku yang terlihat cemberut di matanya. Aku duduk di atas bebatuan, di halaman kosong yang menghadap sungai kecil dengan air yang mengalir jernih. Kucelupkan kakiku ke dalam air itu, dan membuat riak-riak air di atasnya. "Alana," Temp duduk di dekatku, mengambil batu-batu kecil dan melemparnya ke dalam sungai. Aku diam, tidak menoleh. Hanya mendengarkan suara Temp dan gemericik air dari pancuran kecil yang sengaja dibuat. "Apa kau marah?" Temp tertawa kecil. "Jangan kau pikirkan perkataan Dorkas. Dia hanya asal bicara." Aku memutar tubuhku, menghadap pria itu, "apa maksudnya dia asal bicara?" "Hmm, Dorkas memang begitu. Sejak kecil, dia selalu menggangguku. Tapi hanya dia, teman yang cukup dekat denganku jika dibandingkan yang lain. Jika kau mengenalnya, k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD