Dorothy melirik ke arah pohon besar di halaman belakang panti. Tidak ada siapa-siapa lagi di tempat itu. Ia memang sempat melihat saat Temp dan Alana berada di tempat ini, apa yang mereka lakukan, dan apa yang mereka bicarakan. Gadis itu sempat mendengarnya. Dorothy menghela napas, gadis itu duduk di bebatuan, menatap langit yang mulai menunjukkan semburat jingga kemerahan. Ia tak pernah berpikir, jika Temp akan melakukan hal itu. Menjalin hubungan terlarang dengan istri majikannya sendiri. “Bagaimana jika ibu pengurus panti mengetahuinya? Bukankah ia akan sangat berduka? Apa yang harus kulakukan? Perkataanku tidak akan pernah ia dengarkan. Tapi memang sejak kedatangan wanita itu, aku sudah memiliki perasaan tak tenang. Dia bisa membawa masalah bagi Temp.” Gadis itu terlihat gelisah. Ia

