"Dion!" Cowok dengan tinggi badan seratus delapan puluh tiga centimeter itu menyentil asal puntung rokoknya ketika mendengar namanya dipanggil. Dion Devano Utama atau dikenal sebagai Dion Monster itu berhenti bersandar pada mobil sport mewah keluaran Jerman salh satu pemberian orang tuanya. Ia memasukkan tangan yang baru saja menyingkirkan batangan tembakau tadi ke saku bomber jacket-nya. Menatap datar salah satu sahabat yang ia kenal sejak pertama kali menginjakkan kaki di Universitas Rajawali itu. "Lama lu, Kal! Mana Arka?" Haikal menggeleng dan mengangkat kedua bahunya. "Gua lupa naroh kunci kost." Langkah kakinya masih cepat, mengelilingi mobil berwarna hitam metalik super kinclong milik Dion. "Arka dah cabut duluan. Kuis mendadak katanya." "Jadi batal nih?" tanya Dion sembari mem

