Pagi itu ketika Clarinta terbangun didapatinya Bram sedang muntah-muntah di kamar mandi, bergegas dia menyusul ke kamar mandi. "Sayang, ada apa? Kamu masuk angin, ya?" tanyanya sambil mengurut leher laki-laki itu agar dia bisa merasa lebih nyaman. Namun, Bram terus saja memuntahkan isi perut, hingga akhirnya setelah dirasa agak enakan laki-laki itu lalu membasuh muka. "Aku ambilkan air putih, ya!" Clarinta ke luar dari kamar mandi dan segera mengambil segelas air putih yang ada di atas nakas di samping ranjang lalu membawanya ke dalam kamar mandi dan memberikannya ke sang suami. Bram meminum air putih itu sampai habis. "Lebih baik hari ini kamu nggak usah ngantor dulu, kamu pasti masuk angin!" "Aku nggak papa ...." "Nggak papa gimana?” sela Clarintas cemas, “lihat mukamu aja sampa

