23 : Sidang Pertama Pembalikan Kasus

1087 Words
Di Menara Smith Corp Aaron tengah menatap kosong pada pemandangan di bawahnya. Juan sekretaris pribadinya masuk membawa setumpuk dokumen. “Wanita yang Anda cari selama ini telah di penjara.” Aaron membalikkan tubuhnya dan menatap Juan dengan ekspresi yang rumit, “Apa yang kamu bilang?” “Dia di penjara sejak tiga tahun lalu, beberapa hari setelah Anda kembali ke Eropa. Ia melakukan penganiayaan pada Belinda Peterson hingga membuat gadis itu koma.” Wajah Aaron penuh keraguan, orang seperti Liana tak akan mungkin melakukan kejahatan seperti itu. “Tinggalkan berkasnya di meja!” “Baik.” Saat Aaron melihat semua berkas kasus Liana, ia menemukan kenyataan bahwa gadis itu tengah di jebak. Malam itu saat Belinda di temukan kritis adalah saat Liana tidur dengan dirinya. Seseorang pasti sudah menjebak Liana, tapi Aaron merasa bingung kenapa Liana tidak melakukan pembelaan diri dan mengatakan bahwa Liana sedang bersama Aaron. ‘Tentu saja, dia tak akan mengatakan hal itu. Dia bahkan tidak tahu siapa namaku dan tak akan mampu mengatakan alasan sebenarnya bahwa ia tidur dengan seorang pria untuk mendapatkan uang.’ Pada akhirnya hati Aaron merasa sangat sakit untuk Liana, seandainya ia tidak terlambat untuk mencari tahu tentang Liana maka dia tak akan menghabiskan waktu tiga tahun dalam penjara. Selama tiga tahun Aaron hanya di penuhi rasa penyesalan, itu membuat dia tak berani menemui Liana. Aaron baru melakukan pencarian pada Liana saat seorang psikiater mengatakan bahwa Aaron akan bisa melakukan operasi lagi jika ia berhasil berdamai dan menghadapi gadis yang sudah membuat Aaron mengalami tekanan. “Juan, datang ke kantorku!” Setelah menerima panggilan dari Aaron, Juan segera masuk ke ruang kerjanya. “Bantu Liana untuk keluar dari penjara, sewa pengacara terhebat untuk dirinya. Aku akan bersaksi di pengadilan untuk membebaskan dirinya.” “Baik.” “Juga, siapkan kepindahanku ke kota Southland dalam waktu dekat. Pindahkan semua pekerjaanku ke sana.” *** Darem mulai melakukan penyelidikan tentang kasus Liana. Ia berada di hotel Emperor tepat di kamar nomor 301, matanya menyapu sekeliling dan mendapatkan ada beberapa CCTV yang terpasang di area itu. “Bingo!” Daren merasa bahagia tapi tiga puluh menit setelah itu, kebahagiaan dirinya di patahkan. “Maaf, tapi rekaman CCTV tiga tahun yang lalu akan sulit kami dapatkan karena sempat terjadi kebakaran di lantai itu!” Lutut Daren lemas, kini satu-satunya yang bisa ia andalkan adalah keajaiban. Bahwa Belinda bisa bangun dari koma dan mengatakan yang sebenarnya. “Tidak! Keajaiban tidak berlaku dalam dunia hukum. Aku pasti menemukan bukti untuk mengungkapkan semuanya.” Sepekan telah berlalu, sidang pertama akan segera di gelar. Keluarga Belinda mengganti pengacara yang jauh lebih terkenal dari pada sebelumnya saat menyadari bahwa lawan mereka kali ini adalah Daren Parker. Saat mereka melihat Liana memasuki ruang sidang kedua orang tua Belinda menatap Liana penuh dengan kebencian. “Penjahat itu, masih utuh dan hidup dengan baik sementara anakku hanya berakhir menjadi bunga ranjang!” kata Ibu Belinda penuh kebencian. “Tenang saja, aku tak akan membiarkan gadis itu bebas.” Ayah Belinda menepuk lembut punggung tangan istrinya. Sidang perdana di mulai, Daren mengajukan beberapa bukti yang menjadi celah hukum untuk menyatakan bahwa Liana telah di bingkai dengan sempurna. Dari kecacatan proses interogasi, proses sidang yang terlalu cepat hingga pendapat terdakwa yang di kesampingkan. “Jika semua proses peradilan itu cacat menurut Anda, lalu bagaimana dengan semua bukti yang mengarah pada terdakwa?” pengacara keluarga Belinda mulai mengajukan serangan balik. “Itu juga sepenuhnya cacat!” Pernyataan membuat semua orang tercengang, bukti itu sempurna dan tidak bercela. Lalu bagaimana mungkin pengacara yang terkenal arogan ini bisa meragukan hal itu. Monitor segera menunjukkan bukti CCTV rumah sakit pada pagi hari saat Liana masuk ke rumah sakit dan juga ke kamar perawatan Liana. “Lihatlah dengan baik, bukankah pakaian Liana utuh ketika pagi hari memasuki rumah sakit? Juga di atas rambutnya ia masih menggunakan jepit rambut ini?” Daren memegang dia bukti berupa jepit rambut dan sobekan baju Liana yang terbungkus rapi di dalam kantung plastik transparan. Semua orang tercengang, bahkan Liana juga tidak menyadari bahwa Defrain bisa menemukan bukti CCTV itu. ‘Ia memang pengacara yang hebat!’ batin Liana. Pandangan matanya kini tertuju ke arah pria bertubuh tinggi dengan wajah yang tampan di depannya. Untuk beberapa alasan ia merasakan jantungnya telah berdenyut tidak semestinya. Daren memiliki wajah kepuasan, setelah melihat pengacara lawannya tersudut, “Ini adalah video pagi hari setelah Belinda di temukan terluka parah di taman, lalu bagaimana menurut Anda dua bukti itu bisa berada di TKP? Bukti itu bahkan di temukan selang dua hari setelah kejadian? Apakah ini tidak terlalu mencurigakan bahwa seseorang sudah membingkai klien saya?” Suasana sidang semakin hening, tak hanya hakim bahkan penonton sidang mulai memiliki wajah penuh kecurigaan. Pada akhirnya sidang di tutup dan akan di lanjutkan untuk tiga hari ke depan. Liana merasakan dirinya seperti sedang berada di langit ke tujuh, ia masih mengenakan baju tahanan tapi ia sudah bisa mencium aroma kebebasan. Bahkan poin terpentingnya sekarang adalah ia tidak membutuhkan kesaksian pria asing yang menghabiskan malam dengannya malam itu. “Apa kamu bahagia?” tanya Daren yang telah melihat wajah cerah Liana. Setelah beberapa kali pertemuan dengan gadis ini, ia baru pertama kali melihat kebahagiaan di wajah cantiknya. Sebelumnya Liana selalu menunjukkan wajah dingin penuh tekanan. “Terima kasih,” kata Liana dengan kepala tertunduk. “Perjalanan kita masih belum selesai, mereka pasti akan melakukan perlawanan. Aku masih harus mencari beberapa saksi yang bisa membantumu. Penjaga kebersihan yang aku duga sudah mengambil barang bukti di ruang perawatan adikmu menghilang tanpa jejak.” Wajah bahagia Liana mendadak sirna, membuktikan bahwa ia tidak bersalah memang tak akan cukup, ia juga membutuhkan siapa orang yang sudah menjebak dirinya. “Periksa juga pengacara Scot, dulu dia secara sadar mengatakan padaku bahwa dia sudah di beli oleh mereka.” Di sudut lain, seorang pria menatap dingin keakraban antara Liana dan pengacaranya. Pria itu juga menyaksikan perjalanan sidang di sudut bangku penonton sedari tadi. Ia mengenakan topi yang menutup sebagian wajahnya. “Dia pengacara yang cukup baik,” kata Aaron pada Juan. Beberapa hari lalu Aaron sempat terkejut saat mendapatkan kabar dari Juan bahwa Liana sudah mendapatkan pengacara hebat dan sudah dalam proses pembalikan kasus. “Dia adalah pengacara hebat dari Australia, ia tak pernah kalah sebelumnya.” “Dari mana Liana bisa mendapatkan pengacara mahal seperti dia?” “Aku akan mencari tahu Tuan.” Aaron keluar dari ruang sidang dengan tinju terkepal, ia merasakan perasaan gelisah saat melihat cara Liana menatap Daren. “Jika aku datang lebih cepat dan membantunya, akankah ia akan melihatku dengan tatapan sehangat tadi?” gumam Aaron. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD