Brak... Ethan membanting pintu mobil dengan keras sampai mobil bergoyang. Kanaya masih menangis terisak karena sedih bercampur takut. Sang Supir yang tak tega pun menyerahkan tisu yang sempat di tangkis oleh Ethan tadi. "Ini Nyonya muda," ucap sang Supir sembari menyerahkan tisu. "Terima kasih Pak," Kanaya menyeka air matanya. "Maafkan Tuan muda Nyonya, Beliau memang sangat sulit mengontrol emosinya apalagi bila berhubungan dengan kedua orang tuanya, saran saya Nyonya muda jangan pernah menyebut apalagi melibatkan kedua orang tua beliau apalagi di depannya Nyonya," nasehat Pak Supir. Kanaya mengangguk "Terima kasih atas sarannya Pak," ujar Kanaya. Kanaya pun merapikan pakaiannya, ia menyisir rambutnya dengan jari agar menutupi area lehernya yang terasa perih, Kanaya yakin

