Narendra menggeser tubuhnya perlahan. Rahmadi masih mengawasi dengan tatapan mengancam. Rahayu masuk dengan wajah datar, Narendra berusaha menatapnya berharap netra mereka bertemu. Sayang, Rahayu enggan melihat ke arah Narendra. "Aa bisa masuk sebentar, Yayu mau bicara sama dia." Rahayu menekankan kata dia pada Narendra. Pertanda bahwa Rahayu sudah tidak peduli dan enggan menyebutkan namanya. "Hayuk, A," ajak Lilis. Rahmadi ragu sebentar. Kalau dia tinggalkan adiknya lalu jika Narendra berbuat macam-macam pada adiknya bagaimana? Ah, orang ini tidak berdaya karena pukulannya, bagaimana bisa dia mencelakai Rahayu. Suara hati Rahmadi menenangkan diri sendiri. Akhirnya lelaki itu mengangguk, menerima ajakan Lilis. "Katakan apa maumu dan tinggalkan rumah ini, karena tempatku bukan panti s

