Chapter 23

1110 Words

“Yang benar saja. Adegan macam apa ini?” Galaksi mengulum senyum sambil menggelengkan kepalanya. “Ternyata dia tahu segalanya.” Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka dan Ruby keluar. Pada saat melihat Galaksi sedang mengutak-atik laptopnya, Ruby langsung berlari ke arahnya kemudian menutup laptop itu dengan panik. “A-apa yang kamu lakukan?” Galaksi meliriknya dengan tatapan aneh kemudian mengedikkan bahu. “Tidak ada.” Ruby mengerutkan kening curiga namun dia tidak mengatakan apa pun. Dia lalu beranjak sambil membawa laptopnya, mencari tempat aman untuk menyimpannya. Galaksi sangat meresahkan. Semoga saja dia tidak membaca apa yang baru saja Ruby tulis tadi. “Aaaah!” Galaksi tiba-tiba mendesah sehingga membuat Rubu berbalik dengan mata memelotot. “Aku tidak tahan lagi, aah!” Gal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD