Ch. 33

1523 Words

Sudah hampir tengah malam namun kedua anak lelaki itu masih ada di perjalanan pulang. Mereka biasanya khawatir, takut Sieana akan menunggu mereka lama di rumah saat mereka pulang terlalu malam. Namun sekarang sudah tidak ada kekhawatiran semacam itu lagi, mereka justru malas pulang karena tidak akan ada satu orang pun yang akan menunggu mereka di rumah. Dan mereka justru baru pulang setelah tadi mengunjungi makam milik Sieana, dimana dari padatnya tanah sepertinya mereka bisa menebak jika tubuh Sieana sudah kembali ke wujud aslinya. Dalam perjalanan panjang itu, tidak ada percakapan seperti biasa. Sidra terlelap di setengah jalan sedangkan Camilo yang bertugas mengendarai kuda hanya terdiam di sepanjang jalan dengan tatapan lurus ke depan. Langit yang gelap sama sekali tidak membuat me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD