Ch. 32

1535 Words

Seperti biasa, satu hari setelah Sieana meninggal, Sidra dan juga Camilo langsung kembali bekerja. Mengantarkan pesanan milik pedagang di pasar. Niatnya, sore nanti mereka akan mengunjungi makam Sieana, sebagai tanda hormat karena tubuh itu pastilah sudah berubah ke bentuk asli. Tapi sebelum itu mereka harus tetap mengantarkan pesanan karena para pedagang itu pasti sudah menunggu kedatangan mereka. Menjelang terbitnya matahari, mereka sudah mempersiapkan barang yang akan mereka bawa, memasukannya ke dalam kereta. Tapi kemudian seseorang warga desa yang sudah cukup berumur mengunjungi mereka, awalnya terlihat biasa saja. "Wah! Padahal kalian masih berkabung, namun kalian tidak mengabaikan pekerjaan kalian," kata pria itu. Sidra tersenyum ramah, lebih dulu menaikan satu kotak terakhir ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD