Loiz baru saja kembali ke kamarnya saat seekor burung gagak berwarna hitam hinggap di jendelanya yang sudah akan tertutup. Dia tahu bahwa itu bukan hanya sekedar hewan yang datang hinggap, maka dia mendekat, menatap burung itu untuk beberapa saat sebelum kemudian matanya membulat. Niatnya untuk beristirahat setelah menjalani hari yang melelahkan dengan terus berada di samping Kaisar, pupus sudah. Kini dia mengambil jubah hitam miliknya, menyampirkan pedang di pinggangnya lalu kemudian melompat dari jendela dan berlari ke arah kandang kuda. Dia mengambil kuda hitam kesayangannya, memacu di tengah malam menembus dinding belakang istana untuk keluar melewati perbatasan. Kabar yang sama sekali tidak dia sangka-sangka. Sosok wanita galak namun sangat perduli kepada orang lain yang sudah dia

