"Tolong turunkan saya didepan. " Mika meminta untuk diturunkan di halte bis dekat kantor. "Ngapain jalan kaki kalau bisa turun langsung didepan kantor. " Balas Nic santai. "Nic." Sentak Mika. Sadar akan kelakuannya yang salah, Mika berdaham lalu berucap sopan, "Maaf, pak. Saya tidak bermaksud membentak bapak. Saya tidak ingin membuat orang-orang kantor salah paham kalau saya turun dari mobil bapak." Nic sendiri tidak perduli dengan penilaian orang. Namun dia juga harus mengerti posisi Mika. "Oke. Tapi aku punya syarat." Mika benci kalau sudah begini. Rasanya seperti di jebak. Sudah masuk mobil di paksa dan sekarang harus menuruti permintaan Nic. "Di luar kantor, jangan bicara formal sama aku. Jangan pernah hindarin aku. Di kantor maupun di luar kantor. Kalau kamu nggak setuju,

