Setelah mendengar seruan “serang” yang keluar dari mulut salah satu dari mereka, Nico mulai memasang kuda-kuda. Seluruh raganya seakan kembali bergejolak untuk memulai pertarungan seperti sebelum dirinya mengalami koma. Darah Nico mendidih. Iris matanya membidik setiap gerak bayangan lawan. Bahkan gerakan halus dari tubuh lawan dapat ia rasakan bagai desir angin yang menyeruak ke dalam pori-porinya. Begitu pula dengan Arion. Si gadis mafia yang sudah terbiasa dengan kehidupan dunia kegelapan. Tidak heran jika gadis ini sangat pandai, cerdik, dan bisa menyamar dengan baik. Di balik balutan Dress pendek berwarna hitam yang lumayan terbuka, ditambah sepatu high heels dirinya terlihat semakin liar dengan senjata api yang dia pegang. Semua mata saling mengintai. Mengamati dengan begitu jeli.

