bc

Arga & Diandra

book_age4+
6
FOLLOW
1K
READ
billionaire
contract marriage
arrogant
comedy
sweet
genius
regency
enimies to lovers
first love
virgin
like
intro-logo
Blurb

Dipaksa pulang untuk menikah?

itulah yang di alami Diandra Artha Wijaya putri dari Mario Wijaya.

Diandra dengan sikap angkuh dan menyebalkannya bertemu dengan Arga yang bersifat dingin dan sombong.

Diandra gadis cantik berusia 25 tahun yang diasingkan ayahnya keluar negeri karena sikap melawan yang selalu ia tunjukkan pada setiap keputusan yang dibuat ayahnya.

gadis yang terlahir dari sebuah keluarga besar namun sederhana dan tidak neko-neko. Diluar ia terlihat sangat angkuh tapi sebenarnya hatinya sangat baik.

Sedangkan Arga sutomo yang baru berusia 27 tahun namun sudah mampu menjalankan sebuah perusahaan besar yang tak lain adalah " Sutomo GROUP" perusahaan yang bergerak di bidang properti.

Dengan usianya yang masih sangat muda namun sudah sangat mampu mengangkat Sutomo group ke posisi paling atas.

banyak wanita yang sangat mendambakan untuk menjadi istrinya. Namun,ia tak pernah melirik satupun dari mereka.

sikapnya yang dingin dan sombong bahkan menjadi daya tariknya sendiri.

dua kepribadian yang berbeda akan bertemu.

Akankah pernikahan mereka berhasil?

chap-preview
Free preview
Menikah?
Tap...tap..tap Aku berjalan meninggalkan bandara. Benar-benar tak menyangka.Aku, Diandra Artha Wijaya akan menginjakkan kakiku lagi di negara ini setelah ayah tercintaku membuang ku ke luar negeri 3 tahun yang lalu. Ada perasaan senang bisa kembali tapi juga ada perasaan khawatir mengingat kenapa ayahku tiba-tiba menyuruhku pulang? "Selamat siang nona Ara silahkan naik tuan sudah menunggu di rumah!" ucap Bagas asisten ayahku yang sudah siap menungguku di samping mobilnya. Aku menghela nafas kasar kemudian masuk ke dalam mobil. "hei apa kamu tahu kenapa ayahku menyuruh aku pulang?" tanyaku sesaat setelah mobil melaju. "saya tidak tahu nona,anda bisa tanyakan itu pada tuan nanti" aku mendengus kesal mendengar jawabannya. sesampainya di rumah aku bergegas turun kemudian masuk ke rumah yang pintunya sudah terbuka lebar mungkin untuk menyambut kepulangan ku. Ge'er sekali aku. "ayah aku pulang apa kau rindu padaku?" Teriakku dari ambang pintu membuat suaraku bergema di rumah yang besar ini. "Dasar anak tidak tahu sopan santun!" ucap seseorang dari ujung tangga. Aku mendongakkan kepalaku melihat sosok yang sudah sangat ku kenal. siapa lagi kalau bukan ayahku? "haish baiklah! baiklah! jangan marah nanti ayah cepat tua loh" aku mengayunkan langkahku menuju sebuah sofa diruang tamu kemudian duduk sambil menyilang kan kakiku. aku melihat ayah sudah menuruni tangga dan berjalan ke arahku. "Gimana perjalanannya? cape?" ucapnya sambil duduk di depanku. "yah lumayan" aku menjawab seadanya. "ya ampun! anak mamah udah pulang yah" kulihat mamahku berjalan keluar dari dapur diikuti Resti pelayan kami yang membawa nampan berisi jus strawberry kesukaanku dan beberapa cemilan. "Gimana kabar kamu sayang? ko kamu kurusan" ucapnya sambil memelukku. "Apa mamah masih anggap aku anak mamah?" ia melepaskan pelukannya. "Apa maksud kamu sayang?" ia bertanya dengan penuh kelembutan. "Mamah kenapa gak bantuin aku waktu ayah nyuruh aku ngurus bisnis di luar negeri?" aku mengerucutkan bibirku tanda kesal. "Ayah bahkan mengambil semua paspor dan identitas aku jadi aku gak bisa kemana-mana selama tiga tahun ini" lanjutku membuat suasana hening sejenak. "maafin ayah ya sayang,ayah gak bermaksud kaya gitu ini semua juga demi kebaikan kamu" Dalihnya. aku hanya menatap marah kearah ayahku. "Yaudah yang penting kamu kan sekarang udah kembali lebih baik kamu minum jus nya setelah itu istirahat kamu pasti cape kan?" ucap ibuku. aku mengelus keningku kemudian meminum jus nya hingga habis. "Baiklah Tuan Mario kenapa anda menyuruhku pulang hari ini?" ia menatapku tajam mendengar aku menyebut namanya. "memangnya salah kalau saya ingin bertemu dengan putri saya sendiri?" aku terkekeh mendengar jawabannya. "Ayolah jangan bertele-tele katakan! kenapa?" tanyaku penasaran. "Sebenarnya ayah ingin..." ia terlihat ragu untuk mengucapkan maksudnya. "Menikahkan kamu dengan Arga anak teman ayah" Aku sangat terkejut mendengarnya hingga refleks berdiri. "Apa?" "Apa kamu sudah gila?" pekikku tanpa sadar. "sekarang kau ingin aku menikah? memangnya aku ini apa? saat kau ingin aku mengurus bisnis di luar negeri kau tak peduli apa pendapatku dan langsung mengirimku kesana. Lalu sekarang saat kau bilang aku harus menikah kau pikir aku akan mau melakukannya?" aku mengepal erat tanganku menahan seluruh emosi yang tersulut di dadaku. Tak ingin emosiku semakin meledak aku bergegas meninggalkan mereka. "Jika kalian punya waktu urusi saja pernikahan putri kesayangan kalian dan jangan ganggu aku" ucapku sebelum menaiki tangga. dari ekor mataku ku lihat ibuku hanya diam menatapku persis seperti tiga tahun lalu saat aku dipaksa pergi keluar negeri.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
35.8K
bc

The Lone Alpha

read
125.5K
bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
820.0K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
613.8K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
10.5K
bc

Bad Boy Biker

read
8.7K
bc

The CEO'S Plaything

read
19.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook