Sepulang sekolah Rain tidak bisa kembali ke kost bersama Syifa. Pembina ekskul-nya menyuruh ia dan yang lainnya kumpul di aula untuk membahas lomba. Jujur saja, Rain sangat tidak ingin mengikuti lomba untuk saat ini, apalagi lomba yang bersangkutan dengan tampil di depan orang, ia benar-benar ingin bersembunyi untuk beberapa waktu. "Aku pulang duluan, ya, Rain," ucap Syifa sambil bangun dari duduknya. Rain mengangguk, tapi tak lama kemudian tangannya menarik lengan kemeja putih Syifa. Syifa menoleh. "Kenapa, Rain?" tanyanya. Rain hanya menampakkan wajah khawatir, dia benar-benar risih dan selalu berpikir semua orang sedang mencaci makinya di belakang. Ia tahu suuzon itu dosa, tapi entah mengapa pemikiran itu terus saja berputar di otaknya. Bahkan mengubah pakaian saja ujiannya sudah be

