48. Rahmat Dan Kasih SayangNya

1897 Words

Ammar setengah memegang teguh berhadapan langsung dengan Abbah Bisri. Ucapannya lugas namun tegas. Disetujui ini harus segera disampaikan. Ammar tidak ingin Abbah Bisri Menunggu jawaban laki-laki pada baya itu, angan Ammar kembali memenangkan perbincangan dengan Aisyah saat di mobil. "Kalau begitu Kyai berkeras mau Abang menerima Ning Rania, gimana?" Ammar teringat obrolannya dengan Aisyah Saat dalam perjalanan tadi. "Ya Abang akan nolak Dek, biar gimanapun Abang harus bisa dibenarkan dalam masalah ini." "Lagian kenapa sih, waktu itu Abang enggak langsung terima kasih? Malah bilang mau istikharah dulu, Aisyah cuma takut kalau Kyai nanti bisa di-PHP, sama Abang." Salah satu tangan Ammar melayang dan mendarat di pucuk kepala Aisyah. Mengusap kepala sang istri yang tertutup Khimar, "Bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD