"Terima kasih ya, Han. Kalau bukan karena kamu, rumah belajar ini pasti enggak akan bisa dibuka." "Ah, enggak kok, Mas. Saya hanya membantu sedikit. Lagi pula, rumah belajar ini kan, memang sudah ada sedari dulu. Mas dan Mbak Anggi juga yang membangunnya, kan?" Cuaca pagi itu cukup cerah. Meski langit sedikit gelap, tapi matahari tampak tak malu-malu menunjukkan sinarnya. Sama seperti cuaca hari itu, wajah Hana pun, tampak bersinar cerah. Apa lagi, saat wanita itu tersenyum malu-malu di hadapan Bima. "Tapi tetap saja, kalau enggak ada kamu, rumah belajar ini enggak mungkin aktif, Han. Memang benar kalau kami yang membangun rumah belajar ini, tapi kami berdua benar-benar hanya tahu membangun saja, bagaimana cara mengajar dan mengumpulkan minat anak-anak agar mau ke sini, kami sama s

