Saling Menyalahkan

1188 Words

"Siapa?" tanya Hana ragu-ragu. Wanita yang setelah beberapa menit masih betah berdiri di depan pintu tanpa memutar gagangnya itu tampak was-was. "Maaf, siapa ya?" tanya Hana sekali lagi. Tidak, Hana bukannya ingin bersikap tak sopan ataupun sengaja membuat orang yang mengetuk pintu rumahnya menunggu lama. Tidak sama sekali. Hanya saja ..., ah! Dia trauma! Maksud Hana ..., walaupun tak mungkin Adam bisa sampai di sini, tapi ..., tak ada yang tahu, kan? "Ini saya, Bima." Ya Tuhan .... Mendengar suara serta nama yang disebutkan oleh si pengetuk membuat Hana menarik napas lega. 'Syukurlah. Apa yang dia takutkan tak benar-benar terjadi. Yang datang bukan Adam. Sepertinya memang dia yang terlalu banyak berpikir.' Begitu pikirnya. "Sebentar ya, Mas." Tanpa menunggu apa pun, lagi, buru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD