Seuntai Kata

206 Words
Dulu aku pernah tenggelam dalam kubangan hitam, Menyeret hingga sesak semakin dalam. Pada awalnya aku tak yakin bisa keluar, Tak yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan juga do’a orang yang kotor. Namun kedakyakinan itu adalah sebuah kesalahan, Kini senyumku dari hati, hatiku yang terdalam. Pada seorang berwajah sendu, kaku dan kolot. Ya, laki-laki yang telah menarikku keluar, Keluar dari kubangan setan yang telah lama merantaiku. Seperti kita yang tak dapat mengukuhkan waktu, Begitupun juga takdir. Kita hanya bisa sedikit memperbaiki masa lalu, Mengurai kesalahan menjadi keping-keping pecahan lampau Untuk di rangkai ulang dalam bentuk yang baru dan bernilai. Lalu apakah masa lalu bisa dibuang? Jelas jawabannya tidak. Bersyukurlah jika ia tak kan mengusikmu dimasa depan. Karena dengan melupakan, artinya kita akan selalu mengingat. Masa-masa itu adalah masa pelajaran. Aku seorang yang tak percaya diri,MAHARANI. * * For Readers Teman-teman, novelnya akan dilanjutkan setelah novel saya yang pertama kelar ya. Biar fokusnya ngak hilang? Tetap dukung pendatang baru seperti saya ya. Dukungan teman-teman pada setiap karya adalah hal yang berharga bagi penulis baru seperti saya?? Tetap tap tombol ❤ agar ketika novel sudah update tidak ketinggalan. Silahkan tinggalkan komentar sebagai jejak. Terima kasih dan salam kenal dari saya pendatang baru. Mohon maaf atas kesalahan kata. see you.. **
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD