Hopeless

1179 Words

“Pantas aku ingin sekali mampir, Dek. Kalau dipikir-pikir perjalananku lusa itu lumayan melelahkan, Ibu juga udah wanti-wanti gak perlu mampir.” Arya menghapus bulir-bulir air mata yang membasahi pipi Gayatri dengan tisu. Aimee membawakan Gayatri segelas teh hangat yang sebelumnya dibuat oleh si Mbok. “Ini minum dulu.” Arya menepuk pundak Gayatri. Setelah meminumnya perasaan Gayatri semakin tenang, dari dulu Gayatri tidak bisa marah, kalaupun dia meledak marah, maka sesudahnya akan menangis seperti ini. Aimee tidak berani bicara apa-apa, sesungguhnya dia juga sedih dan bingung. Alasan dia tinggal di rumah ini karena ayahnya, tetapi kini sang Ayah sudah meninggalkan rumah setengah jam yang lalu. “Mas harusnya gak usah repot-repot, Mas lelah, urusan Mas banyak. Aku gak mau ngerepotin.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD