"Bu, ada telepon," ucap Dayu. Gayatri yang sedang merapikan catatan di meja segera meraih gagang telepon dan mengucapkan terima kasih pada Dayu. "Halo," sapa Gayatri. Hening, tidak ada jawaban. Gayatri bertanya pada Dayu. "Tadi ada kok, Bu. Laki-laki yang nelpon." "Halo, maaf halo. Saya tutup telponnya kalo Anda hanya main-main." Tawa meledak di ujung sambungan, Gayatri mendesah lega kala mendengar suara itu, suara yang tidak asing lagi baginya. Arya. "Mas, ngapain, sih nelpon pake telepon kantor." "Mas berkali-kali nelpon ke ponselmu, gak aktif." Gayatri menepuk keningnya sendiri, dia tadi mengisi daya ponselnya yang mati. Sampai sekarang belum diaktifkan lagi. "Lagi di charger, Mas. Ngomong-ngomong ada apa?" "Tebak Mas lagi apa?" Gayatri berpikir sejenak, matanya menangkap ak

