Tubuhnya terasa segar bertemu dengan air dingin. Tetes demi tetes dari pancuran membasuh segala beban yang Dirga pikul. Usai mandi, Dirga membongkar koper dan memilih pakaiannya. Kusut, sekusut hidupnya. Dirga ingat Gayatri menjejalkan begitu saja seluruh pakaiannya ke dalam koper. Dirga membongkar seluruh kopernya, mencari celana dalam, tidak ditemukan satu pun. Astaga, bagaimana mungkin dia harus pakai kembali celana dalam bekas kemarin. Jam terus bergerak, sebentar lagi seluruh karyawan akan tiba di kantor. "Pak, Yos. Anak-anak di mess barangkali ada yang punya setrikaan tolong bawakan ke sini, ya. Secepatnya." Tidak sampai sepuluh menit, seorang OB datang atas suruhan pak Yos mengantarkan setrikaan. "Biar saya yang setrika, Pak." Pemuda berperawakan tinggi kurus menawarkan dir

