Chapter 30

1319 Words

Resya berlari keluar dari gedung apartment Alvero dengan air mata mengalir, dan mungkin Resya sedang beruntung karna ada satu taksi yang sedang kosong berhenti di pinggir jalan raya. Resya segera menaikinya dan menyebut alamat rumahnya, ia terpekik ketika terdengar gedoran dari samping pintunya. Alvero menyuruh supir taksi untuk berhenti. "Jangan pak, jangan berhenti." "Sya, please. Dengerin gue dulu, sayang." Alvero memohon. Resya menyuruh supir taksi untuk menyetir dengan kecepatan tinggi meninggalkan Alvero yang frustasi. "s**t!" Setelah sampai di depan rumahnya dan membayar taksi, Resya berlari memasuki rumahnya dan ternyata sudah terkunci dan untungnya Resya selalu membawa kunci cadangannya. Ia berlari masuk ke dalam kamar lalu menguncinya, menelungkupkan wajahnya ke dalam banta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD