Alvero terbangun mendengar suara bel apartmentnya yang berbunyi, dengan susah payah Alvero bangun dan berjalan menuju pintu apartment walaupun kepalanya masih sangat sakit. "Alana?" Ucap Alvero serak ketika membuka pintu. "Lo baru bangun?" Alvero mengangguk pelan dan memberikan jalan untuk Resya masuk. "Gue bawain lo bubur sama obat, lo ke kamar aja ntar gue kesana. Gue mau siapin dulu," Alvero memperhatikan Resya yang sedang sibuk memasukkan bubur ke dalam mangkuk. "Lo masih disitu? Ke kamar aja Ver, lo masih pusing kan?" Alvero kembali ke kamarnya dan merebahkan dirinya di tempat tidur untuk meredam sakit kepalanya. Tidak lama kemudian Resya datang membawakan nampan yang berisi semangkuk bubur dan juga obat. Resya menempelkan telapak tangannya di dahi Alvero dan mengernyit ketika

