Aku dan Mas Ari diam saja saat para polisi menggeledah toko ini dengan cara mengacak-acak barang dagangan dengan wajah tanpa dosa. Beberapa produk sengaja dirusak hanya karena dicurigai sebagai tempat penyimpanan sesuatu yang dicari. Mereka tidak berpikir bahwa satu produk saja yang mereka rusak, aku telah rugi. Karena sebagai penjual grosir, aku mengambil untung dari setiap produk sedikit sekali agar pembeliku bisa menjualnya lagi di toko atau warung mereka. Tapi apa mau dikata, kalau kami cegah, polisi-polisi itu pasti akan marah. Akhirnya yang bisa kami lakukan hanya melihat dan pasrah. Di luar toko, orang-orang semakin ramai menonton toko kami yang diacak-acak polisi. Saat ini di dalam otak mereka pasti sudah ada pikiran yang tidak-tidak tentang kami. Mungkin juga sudah muncul fitnah

