ANIS “Kamu sepertinya penasaran sekali dengan kerja sampingannya Ari?” tanya Mbak Rodiah terus melangkah. “Ya… gimana ya? Masalahnya heran saja kuli angkut bisa banyak uang,” jawabku blak-blakkan. Pokoknya aku tidak akan menyerah sampai Mbak Rodiah mengaku kalau Ari menjalani pekerjaan haram seperti dugaanku. “Sudahlah. Kamu tidak usah penasaran seperti itu. Urusi saja hidup dan keluarga kamu. Kalau terus-terusan mengurusi kami, hidup kamu tidak akan tenang.” “Bukannya begitu, mbak. Aku khawatir Ari melakukan pekerjaan haram.” Pikirku Mbak Rodiah akan marah saat aku mengatakan ini seperti waktu itu. Tapi di luar dugaan, dia terlihat santai dan terus berjalan menuju show case. Dia mengambil minuman dingin dua botol dan mengulurkannya satu padaku. “Mau?” Tentu saja aku langsung mener

