ANIS “Memang benar kata orang bijak tentang istilah ‘roda itu berputar’. Dulu Ibu Rodiah hampir paling miskin di sini tapi sekarang derajatnya merambat naik. Aku seperti ingin bertepuk tangan karena salut.” Ucapan Peno sang pedagang sayur keliling membuat rahangku mengencang sendiri tanpa aku rencanakan. Bagaimana tidak, Peno jelas tengah memuji Mbak Rodiah. Dan… aku merasa tersindir karena hal ini. “Iya, betul,” Ibu Ida menyahut. “Aku pun sampai geleng-geleng melihat kemajuan pesat kehidupan Ibu Rodiah. Katanya sih, itu berkat Ari menantunya itu.” “Beruntung sekali ya Ibu Rodiah dikaruniai menantu seperti Ari. Sudah ganteng, baik, sopan, ramah, bisa membahagiakan istri dan mertua lagi.” Kali ini Ibu Afra yang unjuk pendapat. “Malah dengar-dengar mereka mau renovasi rumah lho.” Aku t

