Bab 18

1373 Words

NURA Setelah enam hari para tukang bekerja dengan giat, akhirnya toko kami pun jadi. Bentuknya persegi panjang saja dan terdiri dari dua lantai. Lantai satu dijadikan tempat jualan dan lantai dua digunakan untuk gudang. Aku sangat berharap, toko grosirku ini bisa maju. Tapi belum mulai pun, aku sujud syukur pada Tuhan karena mimpiku memiliki toko yang besar akhirnya terwujud lewat suamiku. Mungkin Tuhan sudah mendengar doa-doaku dengan cara yang tidak pernah terbersit dalam benakku sama sekali. Bahagia tentu saja. Apalagi hari ini barang-barang yang akan aku jual masuk. Tidak tanggung-tanggung. Satu truk lagi. Yang bahagia bukan aku saja. Tapi ibu juga demikian. Sejak kami bilang akan membangun toko grosir, wajahnya berseri-seri tanpa kata. Sepertinya ibu kesulitan untuk mengungkapkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD