Bab 12

1127 Words

ANIS "Harusnya ini tidak boleh terjadi. Mbak kan yang punya hajat, bukan Mbak Rodiah. Nanti dikira orang Mbak Rodiah yang punya hajat karena penampilannya lebih wah dari mbak." Hatiku panas mendengar ocehan Rosa. Ingin rasanya aku sumpel dengan tisu mulutnya itu. Tapi yang diucapkannya benar. Mbak Rodiah memang tampak lebih wah daripada aku. Penampilannya sekarang seperti ibu-ibu pejabat. Ini bikin aku syok sih. Tidak menyangka saja kalau Mbak Rodiah bisa berubah begitu. Heran sekali, siapa yang mendandaninya hingga bisa seperti itu? "Bu! Bu Anis! Sinta, Bu!" Aku terhenyak mendengar suara dari sampingku. Ketika menoleh, aku dapati teman Sinta berdiri dengan wajah panik. "Kenapa dengan Sinta?" "Sinta pingsan, bu." Aku tercekat. "Hah? Pingsan? Kok bisa?" "Kami juga tidak tau. Tiba-t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD